skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Fraintika Anggraeni
Fraintika Anggraeni kerap disapa Weje, Atun, atau Tuk-tuk. Punya persepsi sendiri tentang segala hal, tapi selalu terbuka terhadap persepsi orang lain. Tiap tahun ada masanya. Tiap masa ada tahunnya. Belajar legowo dan terima kenyataan :)
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Semua Komentar
    Atom
Semua Komentar

Kalendar

research paper essay Free Calendar

Clock clock

Archivo del blog

  • ▼ 2017 (7)
    • ▼ September (1)
      • YOU JUST ONLY HAVE ONE LIFE, JUST LOVE WHAT YOU DO...
    • ► Agustus (1)
    • ► Januari (5)
  • ► 2016 (13)
    • ► Desember (4)
    • ► April (1)
    • ► Maret (3)
    • ► Februari (2)
    • ► Januari (3)
  • ► 2015 (14)
    • ► September (2)
    • ► Juni (2)
    • ► Mei (2)
    • ► April (2)
    • ► Maret (2)
    • ► Februari (4)
  • ► 2014 (49)
    • ► November (2)
    • ► Oktober (2)
    • ► Agustus (3)
    • ► Juni (11)
    • ► Mei (4)
    • ► April (11)
    • ► Maret (6)
    • ► Februari (4)
    • ► Januari (6)
  • ► 2013 (40)
    • ► November (5)
    • ► Oktober (3)
    • ► September (3)
    • ► Juli (3)
    • ► Februari (23)
    • ► Januari (3)
  • ► 2012 (30)
    • ► Desember (1)
    • ► November (11)
    • ► Oktober (6)
    • ► September (12)
  • ► 2010 (2)
    • ► November (1)
    • ► September (1)

Label

  • Cerpen (2)
  • Curhats (30)
  • Informatif (2)
  • Me and My Friends (7)
  • Owl City Lyrics (5)
  • Puisi (11)

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Info

Rumah Dijual di Bintaro

Pengunjung

Lencana Facebook

Fraintika Anggraeni

Buat Lencana Anda

F R A I ' S

Ketika perkataan bisa berubah di lidah, namun dalam aksara, kata akan tetap sama :)

Minggu, 16 Maret 2014

Mas . . .

Entah kenapa aku bisa suka sama kamu. Serius, aku ngga tau kenapa.
Aku selalu ngerasa nyaman kalo aku dekat kamu, walau ngga secara langsung aku berinteraksi sama kamu.
Kamu yang menurutku cenderung tertutup.
Mungkin hal itu yang bikin aku memperhatikanmu lebih.
Mungkin aku penasaran.
Ngga banyak yang bisa aku deskripsikan.
Intinya aku suka kamu.
Tapi aku ngga mau bilang fenomena ini sebagai “Jatuh Cinta”
Karena cinta itu perlu diperjuangkan, bahkan diungkapkan dan dinyatakan.
Tapi aku engga. Walau ada hasrat untuk memiliki, tapi rasanya mustahil.
Bahkan aku rasa, rasa ini hanya sementara dan akan segera hilang.
Aku cukup berdekatan denganmu. Memandangmu diam-diam dan mencuri pandang.
Melihat segala kebiasaanmu, tawamu, diammu, apapun yang kamu lakukan, aku bisa hapal.
Tapi sejak saat itu, aku hampa. Semua tujuan selama satu tahun kemarin adalah kamu.
Dan itu baru aku rasakan kemarin, saat aku tak lagi melihatmu di lapangan seperti biasanya.
Aku tak bisa bertegur sapa, bertanya, konsultasi, atau sekadar sms-an denganmu.
Aku tak leluasa lagi.
Kahitna bilang “Meskipun terbatas saling pandang dan tak akan lebih lagi”
Tapi aku bersyukur pernah menjalani hari yang luar biasa selama setahun kemarin.
Pernah membuatmu tersenyum pernah membuatmu jengkel, haha :D
Ya, tapi itu kemarin, Mas.
Sekarang, aku hanya bisa melihatmu diam-diam kadang dari kejauhan.
Aku tak bisa lagi melihatmu dari dekat.
Tak bisa lagi berkomunikasi denganmu.
Mas, maaf ya, aku memang kurang ajar karena menyukaimu.
Tapi, bukankah itu hakku untuk menyukai siapa saja yang aku mau.
Tapi, ini juga bukan kewajibanmu untuk menjawab atau merespon.
Aku sama sekali tak butuh jawaban atau yang sebagainya.
Hanya diijinkan tersenyum karenamu saja itu luar biasa.
Mas, entah apa yang akan kamu lakukan kalau seandainya kamu tau.
Mungkin tertawa, mungkin geli, mungkin ilfil, atau bahkan kau tak ingin bertemu lagi denganku.
Yang terakhir itu rasanya tak mungkin.
Kau baik hati, kau tak akan tega melakukannya padaku.
Mungkin aku hanya sampah yang berkeliaran di hidupmu.
Kau juga sampah.
Tapi sampah yang indah. Jika didaur ulang akan menghasilkan sesuatu yang indah.
ini bukan sajak untuk menggodamu, bukan.
Ini hanya tulisanku di tengah kegundahan.
Himpunan kata-kata yang sudah aku konsep sejak lama.
Dan akhirnya bisa tertuang di sini.
Sajak staccato tapi tak staccato, bukan pula legatto.
Ah, ini malam semakin dingin.
Semoga kau tak tambah dingin.
Banyak rasanya yang ingin aku tuangkan di sini.
Tapi aku tak tau lagi harus mengetuk tuts huruf apa lagi.
Kapan aku bisa melakukan hal yang kemarin lagi?
Apa kamu akan selalu mengingatku?
Apa aku ada di dalam ingatanmu selalu?
Apa aku tak dibuang bersama memori yang tak terpakai lagi?
Oh, jangan lakukan hal menyedihkan itu padaku, Mas.
Ah, ini mata semakin mengantuk.
Tapi hati ini selalu ingin mengingatmu, Mas.
Sekali lagi, ini hakku untuk menyukaimu tapi kau tak punya kewajiban untuk membalasnya J


Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 17.53 0 komentar

Jumat, 14 Maret 2014

Masa Transisi

Selasa, 11 Maret 2014. Ulangtahun MBGUM yang ke-35, barengan sama SK danlat Wadanlat. Aku kira bakal sekalian ama SK seclead, tapi ternyata besok SK nya turun. Hari ini, aku menyatakan, aku latihan kaya ngga ada tujuan hidup. Banyak faktor, banyak banget: ') Mulai dari Mas Samy dan Mas Bagus yang naik jadi pelatih, terlihat kaku, ya walau bercanda mereka tetap saja bikin perut sakit, tapi intensitasnya kurang. Lalu, anak-anak 31 yang udah pada sibuk dengan akademiknya masing-masing. Mbak Farah yang udah ngga latreg lagi. Dita naik PH. Cukup nyesek dan Cuma bisa menghela nafas dalam-dalam.

Ini yang namanya masa transisi. Masa dimana semuanya berubah dan mulai dari nol lagi. Ngga masalah buatku, cukup dengan pembiasaan aja, saat ini mungkin belum biasa. Aku harap anak 31 dan 32 ngga tercipta sekat, aku juga nggamau ngulang lagi kesalahan tololku saat jadi seclead. Karena aku janji, tahun ini adalah tahun perbaikan.

Ya, kembali lagi ke topik awal. Aku kaya ga punya gairah latihan. Latihan aku hampa. Serius. Setelah aku ingat, aku baru sadar, niat latihanku adalah Dia! Iya, niatku pasti ingin bertemu dengan dia, walau sekedar melihat wajahnya. Sekarang, dia hilang entah kemana. Mungkin sibuk juga dengan urusan akademisnya. Andai aku bisa leluasa menyukainya. Iya, aku suka dia. Aku ngga bisa memungkiri. Aku memang suka sama dia, entah dari kapan. Entah dari sisi mana aku bisa menyukainya. Mungkin jika ada orang yang tau, orang-orang akan menilaiku ngga waras. Apa yang bisa dibanggakan dari dia, mungkin sebenarnya tak ada. Aku bahkan akan sangat malu dan tak tau malu kalau aku bisa mengakui aku suka dia. Malu karena aku bisa-bisanya bisa menyukai dia, dan tak tau malu, karena temanku sendiri juga menyukainya, dan jika dia disuruh memilih, pasti dia lebih memilih temanku dari padaku hahaha. Apa sih yang aku bicarakan?

Ya, aku menyukainya. Dan mulai saat ini, aku tak bisa leluasa bertemu dengannya, berkomunikasi dengannya, bercanda dengannya. Dia akan hilang seiring masa transisi. Aku juga kadang berpikiran, bahwa rasa penasaran ini akan berhenti seiring masa transisi. Mungkin akan hilang, tapi aku akan selalu merindukan dia.

Banyak hal konyol yang sempat aku rencanakan agar bisa lebih lama duduk dengannya, atau ngobrol dengannya, atau bercanda tawa dengannya. Tapi itu hanya rencana konyol. Aku tak tau kapan perasaan ini akan hilang sepeprti perasaanku terhadap Dia yang sebelumnya. Hahaha. Aku mungkin akan kapok jatuh cinta lagi. Bahkan, aku menolak menamai fenomena ini sebagai jatuh cinta. Aku hanya suka dia.


Ya, ini masa transisi. Ketika aku kehilangan dia di lapangan. Aku ngga leluasa lagi bertemu dengan dia, aku ngga leluasa sms dia. Sekarang aku dan dia bukan apa-apa lagi. Ini masa transisi. Ya semoga aku ngga akan mengalami masa tolol ini lagi J
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 07.46 0 komentar

Senin, 10 Maret 2014

#B1

# B1, kenapa harus # B1. Itu adalah nomer identitasku di lapangan display MBUGM. # B1 itu singkatan dari Bassdrum 1. Ya, kalo udah baca di tulisan-tulisanku yang lalu, pasti bakal tau kalo aku anak marchingband di UGM. Sejak pertama placement test, aku udah pengen banget di bassdrum (lagi). Waktu dulu nyoba-nyoba, aku bawa bass yang gede. Tapi kayanya mas-masnya yang ngetest ngga akan membiarkan aku main bass yang gede, tapi aku bener-bener pengen banget di bassdrum (lagi). Bassdrum satu (lagi). Tapi waktu placement test dulu, aku lagi ngga fokus, dan aku cukup pesimis buat bisa masuk di alat yang aku pengen. Paling-paling, aku masuk cymballs, pikirku waktu itu. Aku udah menyiapkan mental kalau-kalau emang aku ngga diijinin di bassdrum (lagi). Kalo aku di line lain, ya, itung-itung buat belajar lebih menguasai alat battery yang lain. Aku bener-bener pasrah waktu itu.

Sampai tiba pengumuman. Dulu, aku masih jadi calang rotasi XXXI. Semua calang battery dikumpulin di lantai merah ama mas Dyas. Berhubung aku dulu koorsec (kemudian naik jadi seclead) aku harus nungguin temen-temenku biar pada dateng, sehingga hasilnya bisa cepet-cepet diumumin. Hampir semua dateng. Aku sengaja milih duduk di paling belakang waktu itu sehingga orang-orang ngga dengan mudah mengetahui Ekspresiku, baik senang atau sedih waktu tau hasilnya. Namaku di sebut paling terakhir, Tika, Bassdrum 1. Itu kata-kata termagic yang pernah aku dengar. Akhirnya aku bisa megang bassdrum 1 (lagi). Dan di antara temen-temenku yang lain, kebanyakan dari mereka kecewa dengan hasilnya: ')

Itu prolog aja. Pada intinya, aku mau menceritakan Bassdrum 1 Dynasty Custom Elite-ku. Aku nggatau harus bersyukur kaya apa, karena aku bisa bertemu dan make bassdrum itu lagi setelah GPMB kemaren.

Di GPMB, aku pakai alat itu. Alat bagus pertama yang aku pake dalam sejarah hidupku (mungkin). Perangkat paling kecil yang cukup menyiksa karen lenganku harus terlalu miring ke belakang, tapi dia lebih enteng dari bassdrum 1 MBUGM. Diameternya aja cuman 16 inchi, yang bassdrum 1 MBUGM 18 inchi. Ya, pokonya, aku sayang banget sama alat itu. Aku rasanya pengen berterimakasih sama dia. terimakasih buat waktu yang aku habiskan hampir 3 bulan sebelum GPMB. Dia yang nemenin aku TC battery, dia yang aku pake waktu Karantina di Donohudan, dia yang "ngasi tau" gimana yang namanya roll yang benar, dia yang "ngasih tau" gimana suara-seksi-bassdrum 1-yang-sebenarnya, dia yang membuat MBUGM juara 2 di GPMB 2013, dia yang bikin perkusi MBUGM juara 3 di GPMBnya, dia temanku waktu panas-panasan, waktu hujan-hujanan, waktu ngantuk-ngantukan, waktu capek, dia yang selalu aku gendong kemana pun chart displayku, walau tak jarang dia melukai jariku: ')

Waktu GPMB selesai, aku sedih harus berpisah sama dia. Aku bahkan nggatau kalo dia ngga akan ikut aku ke Jogja lagi, dia akan tinggal di Jakarta. Di tempatnya. Aku benar-benar sedih, karena, dia yang 3 bulan belakangan itu menemaniku. Di akhir pertemuan, aku sempat memeluk dia., Sempat mengucapkan terimakasih, dan selamat tinggal. Kataku waktu itu, "Kapan aku bisa kembali bermain dan berdisplay denganmu". Walau dia benda mati, tapi rasaku padanya seperti sahabat dan aku rasa dia bisa diajak kerja sama dengan baik.

Sampai akhirnya, pengumuman bahwa Battery MBUGM turun di Drum Battle Jogja Action Marching. Lomba yang sangat baru. Kami turun. Awalnya, kata kabid perkap yang baru, kami bakal pakai alat Tama. Wah, seru, coba pakai alat baru. Bahkan kata orang-orang dia lebih baik dari yang kemarin, tapi ternyata, pihak yang bekerjasama dengan kami waktu GPMB menginginkan kami memakai alatnya lagi. Kecewa campur senang. Kecewa karena bakal batal mencoba alat lain. Senang karena aku akan bertemu lagi dengan Bassdrum 1 Dynasty Custom Elite 16inch-ku dulu ~ aaa ~ senangnyaaa.

Tiba saatnya, waktu itu, aku lagi latsar. Ada mobil box putih datang dengan kardus yang banyak. Ternyata alatnya datang. Ada Mas Dyas, Mbak Farah, dan Kabid Perkap yang lagi buka kardusnya, aku sontak bergabung, dan ingin "temu kangen" dengan si Bassdrum 1-ku. Satu demi satu kardus di buka, tapi ada beberapa alat yang tidak sesuai dengan pesanan. Aku was-was. Bassdrum 2, 4, dan 5 bukan bassdrum yang kemarin, hanya bassdrum 3 yang sama dengan GPMB. Kardus bassdrumku kecil, sehingga aku sering keliru dengan kardus snare. Dan akhirnya aku menemukannya. Di dalam case yang lumayan kece, aku buka pelan-pelang reletingnya, dan tadaaaa ~ itu bassdrum 1 Dynasty Custom Elite-ku yang kemarin. Aaaa ~ senagnya bisa bertemu lagi: ') dan stiker yang dulu pernah aku tempel di badannya, masih ada sampai sekarang. Ya Tuhan, dia benar-benar belum dipakai lagi oleh siapapun. Aaaa ~ aku sangat senang bisa bekerja dengannya lagi dalam proyek Battle Jogja Action Marching.
Senang. Bukan sekadar senang, aku bahkan berusaha bermain lebih baik, dan ngga menyia-nyiakan waktu yang udah diberi Tuhan buat bersama ama si Custom Elite. Aku berusaha bermain lebih baik, biar juara satu. Biar perjuangan aku, Battery, dan si Custom Elite berbuah manis.

Kemaren, 9 Maret 2014, kami lomba JAM, di TBY. Kami berkumpul di sekre, lalu naik motor ke tempat lomba, sampai disana langsung parking lot. Waktu sampai sana, udah ada band tetangga yang parking lot. Abis parking lot, kami sparing ama mereka. Dan ternyata waktu lomba, kamipun tanding ama mereka hahaha ~ dan kami menang: D Tapi, waktu di final, kami lawan Locomotive, kami kalah. Ngga papa, mereka emang kece luar biasa kok.


Dan, waktu pengumuman, kami di undang langsung oleh Bu Lisa untuk jadi Guest Star di GPMB 2014, 28 Desember mendatang. Waws! Sangat waws, tapi semua keputusan ada di pihak PH dan Top managerial: ') semoga dimudahkan jalan kami, Tuhan! Semoga aku bisa main sama si Custom Elite lagi: ') Terimakasih, Dynasty Custom Elite 16inch-ku: *
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 09.49 0 komentar

Jumat, 21 Februari 2014

Ada Beberapa yang Bisa Kupetik

Memang benar apa kata Pram, orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian. Aku ngga akan bercerita tentang menulis, tapi aku pengen mengakui, aku suka menuangkan sesuatu dalam kata. Karena kata selalu akan jadi alat untuk bernostalgia ke masa lampau :’) itu terbukti  :D
Sekarang, Kamis, 20 Februari 2014. Taun lalu, tepatnya tanggal 29 Februari 2013 SK aku sebagai section leader (seclead)  dibacakan di apel tutup. Bersama sekitar 7-8 orang yang lain. Aku sebagai section leader Battery Percussion. Entah atas dasar apa petinggi-petinggi saat itu memilihku. Aku benar-benar tak habis pikir. Aku sebenarnya tak mau jika harus menjabat sebagai itu lagi, mengingat saat SMA aku pun punya jabatan seperti itu.

Menjadi section leader battery MBUGM sangat tidak mudah, memang tak ada yang mudah ketika menjalankan tugas sebagai seclead. Battery, terbilang section yang bandel, nakal, pecicilan, petakilan dan sebagainya yang mendeskrpsikan tidak bisa diatur. Tugasku memang hanya sekadar menjarkom mereka, itu mungkin yang mereka tau. Namun, aku punya beban yang cukup berat. Aku harus menyatukan mereka dan baru aku tau belakangan, tugasku paling tidak beres diantara seclead section lain, maupun seclead battery rotasi atas. Ya, aku gagal. Battery baru terbentuk nonteknya di pertengahan Oktober. Oktober, bahkan karantina di Septemberpun nontek battery belum terbentuk. Menyesal, jelas. Tapi aku tak akan pernah kembali menjadi seclead atau mengatur waktu. Benar kata mas Bagus tadi, waktu adalah hal yang sangat berharga. Melebihi apapun.

Tapi aku tak lantas menerima mentah-mentah kegagalanku. Aku memang gagal, dari segi nonteknis maupun teknis. Kasarnya, tak ada yang bisa dibanggakan dariku. Sama sekali. Tapi, di balik itu semua, aku mendapat pelajaran, walau hanya remah-remah, setidaknya ada hasil yang aku petik dari proses setahun kemarin. Aku menemukan orang-orang yang hebat disini. Aku menemukan Mas Dyas sebagai pelatih. Dia sabar, bahkan aku tak pernah mendapatinya marah. Hanya dua kali seingatku. Dulu sekali saat masih baru-baru, dia sempat membentak dan karantina di Solo kemarin, dia hampir tak mau bertemu dengan anak-anaknya. Tapi, ya itu memang kesalahan kami yang terlampau keterlaluan. Lalu ada Rifqa, Ikha, Dewi, dan Nisot teman perempuan sebattery, kami menamai diri kami sebagai Ciwi Battery. Hanya untuk lucu-lucuan. Sebenarnya masih ada mbak Farah, tapi kami beda rotasi. Aku selalu bilang pada mereka bahwa aku tak punya teman selain mereka. temanku hanya ada di Marching Band. Karena hanya dengan mereka lah aku bisa berbaur. Mereka menjadi penyemangat tersendiri buatku. Lalu ada Natan, Irfan, Upik, dan Zumar, teman line ku di Bassdrum, mereka semua menyebalkan. Tak ada yang tidak. Tapi mereka squad yang keren. Kami satu rotasi, bersama-sama dari awal latsar sampai GPMB selesai. Itu suatu yang sangat aku banggakan. Walau mereka menyebalkan, tapi mereka selalu jadi yang terhebat. Ada Aji, Aris, Bang Farid, Mas Mursyid, Mas Bagus, Mas Samy, dan Mas Husen. Mereka punya keunikan sendiri-sendiri yang benar-benar membuat battery menjadi benar-benar battery. Ya, seharusnya aku bisa menyatukan berbelas orang itu. Tapi nyatanya aku tidak mampu.

Battery. Aku selalu bangga jadi battery. Seperti kata pelatihku, Mas Dyas. Dia selalu bangga menjadi seorang battery, begitu pula denganku. Tapi dia berbeda, dia memberi banyak kontribusi untuk unit, sedangkan aku, hanya membawa record buruk. Aku tak bisa membawa battery sesolid yang battery-battery sebelumnya mau.

Sekarang, masa jabatanku sebagai seclead akan segera dilepas dan diturunkan dan digantikan dengan anggota baru nantinya. Jujur, aku sedih. Aku akan kehilangan salah satu rutinitasku. Memberi info pada teman-teman battery. Menjarkom, print partitur, print chart display dan mau tak mau, tabungan sedikit terkuras untuk itu, memarahi temanku yang tak jelas keberadaannya,dimarahi pelatih, bahkan aku harus mengorbankan semua waktu liburanku. Aku selalu mengerjakan semua itu tanpa berpikir bahwa kegiatan itu akan berakhir. Pernah sih, sesekali, aku mengeluh. Tapi aku selalu berpikir lagi, ini memang kewajibanku, dan ini akan jadi pengalaman tersendiri buatku.

Menghadapi mereka memang harus mempunyai kesabaran yang ekstra. Walau mereka menyebalkan, tapi harus aku akui, kalau mereka tak menyebalkan bukan battery namanya. Aku sangat mewajarkan dan memaklumi hal itu.
Ya, intinya kini, aku akan kehilangan rutinitasku, padahal kerjaku belum tuntas. Aku tak tuntas mengerjakan pekerjaanku. Aku merasa gagal. Jujur, aku sangat sedih, jika ada kesempatan sekali lagi, aku akan memperbaikinya. Itu pasti. Tapi tak lagi kesempatan lagi jadi seclead.
Dulu, apa Mbak Farah juga merasakan hal yang sama denganku ? entahlah, mungkin tidak, mungkin ia tuntas.

Terimakasih, Batt. Telah mau bekerjasama denganku selama kurang lebih satu tahun kemarin. Kalian selalu jadi yang terhebat buatku.  Terimakasih mau terganggu dengan sms-sms ku hampir tiap malam, yang bahkan kalian benar-benar tak membaca atau malah langsung menghapusnya. Smsku mungkin memang tak ada bedanya dengan  sms operator provider, ya :’).  Terimakasih, telah memberiku banyak pelajaran. Terimakasih atas semua canda tawa sedih susah bahkan ada airmata, kalian bukan temanku. Kalian keluargaku.

Nontek di Pantai Depok


Event Boyolali

Event Maba



Semoga seclead battery selanjutnya lebih baik dariku. Semoga seclead selanjutnya akan membawa battery pada kesolidannya seperti dulu. Semoga J
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 15.28 0 komentar

Sabtu, 15 Februari 2014

Sekali lagi, Terimakasih

Aku ga pernah punya pikiran kalo aku bakal bisa menjalin komunikasi dengan dia. Sama sekali ngga punya pikiran. Sampe akhirnya, Kabid SDM 2013 menunjukku buat jadi ketua di sebuah acara tahunan dalam rangka menyambut kehadiran calon anggota di unitku. Awalnya aku menolak dan seharusnya memang aku tak pernah mengambil keputusan konyol itu demi keinginan masa laluku. Aku benar-benar sudah lupa akan dia. Benar-benar pernah sudah lupa sama sekali bahwa aku penah menyukainya. Tapi ada seseorang yang mengingatkanku karena ia bertanya "apakabarnya dia?" Jelas aku tidak bisa menjawab. Dia tak mengenalku, dan aku hanya iseng menyukainya.

Seharusnya aku tak pernah menerima tawaran itu. Benar-benar jangan pernah menerima. Sebenarnya acara itu terbilang sukses dan berbeda dengan tahun-tahun yang lalu. Banyak pelajaran juga yang aku ambil dari acara itu. Aku yang tak pernah punya peran penting dalam sebuah acara kini harus jadi ketua dan harus mengatur anak buahku. Oiya, seseorang yang aku sukai itu menjadi salah satu dari timku. Dan ini adalah niat baik dari Kabid SDMku. Niat baik yang menjadi salah.

Acara itu berlangsung pada tanggal 8 Februari 2014 di Gelanggang Mahasiswa Univ Gadjah Mada. Siangnya, aku mendapati banyak masalah, ini salah satu pembelajaran buat aku. Benar-benar pelajaran. Kunci gudang alat hilang, sedangkan beberapa pengisi acara harus melakukan Gladi. Belum lagi tim pendekor yang bekerja terbilang lambat dan beberapa masalah teknis lainnya. Namun, semuanya dapat teratasi dengan cukup baik.

Harus kuakui, acara itu memberi kesan yang mendalam buat aku, ketika aku bekerja sama dengan dia, mendekor, membersihkan hall, memasang kain di pintu selamat datang, memasang sound, banyak hal yang kulakukan bersamanya, bahkan aku sempat menggodanya saat acara telah usai. sampai-sampai ketika acara berakhir, dia memboncengku saat mengembalikan alat. Itu mungkin hanya terjadi sekali dalam seumur hidupku. Sebuah kesan yang dulu hanya kuangankan hahaha.

Aku menyukainya sejak awal aku mengenalnya, Latsar 2013. Itu bisa dilihat dari tulisan-tulisanku di blog ini pada setahun yang lalu. tepat pula di bulan febuari. Rasanya, ini konyol. Seolah tertata rapi, padahal tak ada unsur kesengajaan. Aku tau mayoritas teman-teman di unit tahu bahwa aku menyukainya dan semuanya selalu menggodaku ketika aku sedang berbicara dengannya. Itu biasa saja bagiku. Ketika teman-temanku membutuhkan SDM untuk acaranya, mereka memintaku untuk menghubunginya dan menawarinya untuk mau membantu acara-acara itu. Ya, ada sekitar tiga acara. 
Namun, kemarin, tanggal 13 Febuari 2014 aku menyaksikan sebuah pernyataan yang sangat memukulku dan benar-benar membuatku tak percaya. Pernyataan yang benar-benar tidak bisa kuutarakan. Seolah hanya aku yang bisa merasakannya. Ya, itupun akan jadi pelajaran buatku.

Dengan menulis ini, aku sedikit merasa lega. Walau tak sepenuhnya lega, karena pada awalnya aku tak ingin menuangkannya dalam tulisan, karena  kelak tulisan ini kubaca dan aku teringat akan hal bodoh ini. Terimakasih, telah memberiku pelajaran yang sangat berharga. Kau tak pernah tau seberapa dalam aku menyukaimu dan kau juga tak pernah tau, seberapa dalam kau melukaiku. Beberapa hari  lagi, acaraku resmi selesai. Aku ingin dan aku harap itu benar-benar yang terakhir kali aku bertemu dan berkomunikasi dengannya. Jangan ada hal konyol lagi yang terulang :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 17.08 0 komentar

Jumat, 14 Februari 2014

Thanks God, It's Friday :)

Jumat, 14 Febuari 2014. Waktu bangun, sekitar jam 05.30 tadi, aku bener-kaget, waktu liat ada serbuk-serbuk putih atau abu-abu yang berserakan di atas tanah, genting dan motor-motor tetanggaku. Ini benar-benar seperti salju. Aku teringat kata salah seorang konsultan battery, Kak Satya yang tempo hari bercerita tentang  yang sedang erupsi beberapa tahun lalu. Dan kini aku mengalaminya. Iya, mirip salju, tapi tak dingin.

Beruntung, semalam aku pulang tak sampai tengah malam atau dini hari, 23.30, walau terhitung sudah cukup malam, namun aku tak biasanya pulang secepat itu. biasanya di atas pukul 00.00 aku baru meninggalkan burjo.

Semalam aku disana. Tanggal 13 Feuari dengan perasaan hati yang teramat kacau. Kacau sekali, sampai-sampai aku tak bisa mendeskripsikannya. Bosan dan malas jika harus mengutarakan sesuatu yang telah membuat aku terluka sebegitu dalamnya. Padahal aku ingin sekali menuangkannya dalam beberapa kata. Tapi, tidak usahlah. Biar aku saja yang bisa merasakan pahit, perih campur pedih yang kemarin itu. Hanya kepada satu orang aku mengutarakannya. Dan dengan alasan tertentu, mengapa aku harus bercerita padanya.

Hari itu, Kamis, 13 Febuari adalah hari yang sangat ingin kulupakan, tapi sepertinya tak akan terlupakan. Ini terjadi duakali di dalam masa aku bernafas. Semoga saja hanya  duakali. Jangan ada tragedi-tragedi yang semacam ini di kemudian hari.

Hari inin\ dengan debu setebal 3cm di seluruh Jogjakarta. Aku mencoba untuk tidak melakukan satu kebiasaanku. Aku harus memulainya dan harus bisa pergi dari kebiasaan itu. Aku yakin aku bisa. Seperti beberapa tahun yang lalu, aku juga bisa lari walau terseok. Hari ini, hari Jumat, karena aku yakin Tuhan memang memberi pelajaran yang mendewasakan di hari ini. Tuhan tau jalan yang seharusnya kutapaki. Dan Ia sudah memberiku satu petunjuk untuk lari.

Satu tahun konyol yang terindah. Itu akan jadi ceritaku. Selama aku masih bisa mengingat dan mampu mendeskripsikan. Terimakasih, Tuhan. Kau mengakhirinya di tanggal 13 Febuari 2014 kemarin. Dan dihari ini, aku sudah bisa menjadi seseorang yang lebih dewasa. Karena aku yakin, masalah selalu mendewasakan :)


Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 15.30 0 komentar

Kamis, 13 Februari 2014

Terimakasih

13 Febuari 2014. Hari Kamis. Ini benar-benar hari yang sangat mendewasakan sekaligus hari paling sial seumur hidupku. Terimakasih. Aku tak akan mengganggumu lebih dari yang kemarin. Ini hari yang paling konyol :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 22.22 0 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod