skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Fraintika Anggraeni
Fraintika Anggraeni kerap disapa Weje, Atun, atau Tuk-tuk. Punya persepsi sendiri tentang segala hal, tapi selalu terbuka terhadap persepsi orang lain. Tiap tahun ada masanya. Tiap masa ada tahunnya. Belajar legowo dan terima kenyataan :)
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Semua Komentar
    Atom
Semua Komentar

Kalendar

research paper essay Free Calendar

Clock clock

Archivo del blog

  • ▼ 2017 (7)
    • ▼ September (1)
      • YOU JUST ONLY HAVE ONE LIFE, JUST LOVE WHAT YOU DO...
    • ► Agustus (1)
    • ► Januari (5)
  • ► 2016 (13)
    • ► Desember (4)
    • ► April (1)
    • ► Maret (3)
    • ► Februari (2)
    • ► Januari (3)
  • ► 2015 (14)
    • ► September (2)
    • ► Juni (2)
    • ► Mei (2)
    • ► April (2)
    • ► Maret (2)
    • ► Februari (4)
  • ► 2014 (49)
    • ► November (2)
    • ► Oktober (2)
    • ► Agustus (3)
    • ► Juni (11)
    • ► Mei (4)
    • ► April (11)
    • ► Maret (6)
    • ► Februari (4)
    • ► Januari (6)
  • ► 2013 (40)
    • ► November (5)
    • ► Oktober (3)
    • ► September (3)
    • ► Juli (3)
    • ► Februari (23)
    • ► Januari (3)
  • ► 2012 (30)
    • ► Desember (1)
    • ► November (11)
    • ► Oktober (6)
    • ► September (12)
  • ► 2010 (2)
    • ► November (1)
    • ► September (1)

Label

  • Cerpen (2)
  • Curhats (30)
  • Informatif (2)
  • Me and My Friends (7)
  • Owl City Lyrics (5)
  • Puisi (11)

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Info

Rumah Dijual di Bintaro

Pengunjung

Lencana Facebook

Fraintika Anggraeni

Buat Lencana Anda

F R A I ' S

Ketika perkataan bisa berubah di lidah, namun dalam aksara, kata akan tetap sama :)

Minggu, 06 April 2014

Izinkan Aku Menyayangimu

Andai kau izinkan, walau sekejap memandang
Kubuktikan kepadamu, aku memiliki rasa
Cinta yang kupendam, tak sempat aku nyatakan
Karena kau t'lah memilih, menutup pintu hatimu

Izinkan aku membuktikan
Inilah kesungguhan rasa
Izinkan aku menyayangimu

Sayangku, oh, dengarkanlah isi hatiku
Sayangku, oh, dengarkanlah isi hatiku

Cinta yang kupendam, tak sempat aku nyatakan
Karena kau tlah memilih, menutup pintu hatimu

Izinkan aku membuktikan
Inilah kesunngguhan rasa
Izinkan aku menyayangimu

Bila cinta cinta tak menyatukan kita
Bila kita tak mungkin bersama
Izinkan aku tetap menyayangimu


-Iwan Fals-


Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 22.22 0 komentar

Sabtu, 05 April 2014

Open your eyes, Baby :)

Lagi-lagi malam ini saya ngga bisa menggunakan blog saya ini dengan baik dan benar. Ya, saya kembali menuangkan curahan hati saya di sini. Entah kenapa saya suka melakukan ini, mungkin saya masih percaya tentang "bacaan membuka memori" tapi sejujurnya ini bukan salah satu memori yang menyenangkan. Ini sebaliknya.

Kemarin, saya mem-posting sesuatu yang amat sangat ngga enak dibaca. Terkesan sampah, pasar, kumuh, ngga berpendidikan, atau apapunlah itu namanya, tapi ya memang kenyataannya seperti itu.

Saya sedang dilanda kegelisahan. Kegelisahan yang cukup mendalam. Saya punya perasaan yang mengganjal, mengganjal sekali. Saya mulai ngga suka sama perilaku salah seorang teman saya karena sesuatu yang ngga bisa saya jelaskan di sini. Awalnya, saya merasa, mungkin hanya saya yang merasa demikian. Berhubung saya juga tipe yang punya pandangan tersendiri mengenai banyak hal, dan saya ngga pernah minta pendapat orang lain tentang perspektif tersebut, jadi saya ngga bicara kepada siapapun, kecuali ke dua orang, dengan niat hanya sekadar curhat. Saya sangat ngga suka *bukan kurang suka* dengan sikapnya, itu membuat saya gerah dan geram. Ya mungkin itu adalah sikap yang baik buat dia. Tapi, oh God, dia sama sekali ngga pantas melakukan hal itu. Menurut saya, hal itu cuman dilakukan oleh pelacur! Berlebihan memang, tapi pada kenyataanya sikap diapun berlebihan. Saya jadi tak kenal lagi dengannya. Sama sekali tak kenal. Sama sekali, seperti dulu, saya ngga peduli kalo ternyata saya punyateman seperti dia, padahal dia baik dan cantik. Saya dulu dekat sekali dengannya, tapi setelah dia bersikap seperti itu, bersikap seperti perempuan jalang, saya jadi sama sekali seperti tak pernah mengenal dia. Saya sering berusaha untuk memulai terlebih dahulu, mengajak bicara, makan, dan melakukan apapun seperti biasanya. Namun, kegerahan dan kegeraman saya nggareda, malah saya merasa naif dan munafik. Seperti menjilat ludah sendiri. Ya, akhirnya saya putuskan untuk memberi jarak dulu dengannya. Sampai batas waktu yang tak bisa ditentukan.

Entah saya bisa mengubah sikapnya lagi atau tidak. Saya merasa saya bukan siapa-siapa baginya, saya tak punya hak untuk membatasi sikap seseorang dan mungkin menurutnya, sikapnya selama ini adalah hal yang biasa saja dan hanya orang tolol yang merasa hal itu aneh.

Ya, itu kembali lagi pada dia. Itu adalah cara hidup dan jalan pikiran dia. Perspektif saya dan perspektif dia jelas berbeda. Menurut saya baik, menurut dia belum tentu, begitu pula sebaliknya.

Yang saya takutkan, saya tak mau lagi kehilangan teman hanya gara-gara hal konyol ini. Saya mungkin harus jujur suatu saat nanti. Saya harus jujur, bahwa dia sekarang ini tak ubahnya seperti seorang perempuan jalang. Apakah anda merasa? Apakah orang yang saya maksud membaca? Tak usah bersedih, ini hanya perspektifku dan tak ada yang tau, hanya aku, Tuhan, dan sekurangnya tiga orang yang tau :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 00.30 0 komentar

Kamis, 03 April 2014

Aku Ingin

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat diucapkan
Kayu kepada api yang menjadikannya debu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
Awan kepada hujan yang menjadikanya tiada

-Sapardi Djoko Damono-



Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 15.14 0 komentar

Beribu "CIH" dari gue. Mamam noh!

Sampah banget ngga sih ini blog gue isinya cuman curhatan ngga mutu doang -_- ya abisnya gue udah ngga tau lagi harus cerita ke siapa *walaupun kalo gue mau cerita pasti banyak yang dengerin* ehm, ya emang banyak yang dengerin, tapi bukan masalah itu. Ini terlalu privat buat gue ceritain ke khalayak ramai *tololnya, ini malah sosial media yang siapapun bisa mengakses dengan mudahnya*. Kenapa gue milih di blog, biasanya ngga ada yang baca, kalopun ada, pasti ngga tertarik atau bahkan ngga ngerti :D

Gue gatau ada apa dengan gue. Gue selalu gedhek, dongkol, jengkel, pengen jambak rambutnya, pengen nyolok matanya, pengen robek mulutnya, rrrrr~ pokonya kalo gue ketemu dia gue kesel, gondok, sebel, apapun namanya, pokonya itu deh!

Kenapa? karena errrr~ dia gatel bangeeeeet~ serius. Gue ngga paham, apa ini yang namanya cemburu, tapi kayanya ngga deh, gue udah mulai ngga suka ama si doi, malah akhir-akhir ini gue sadar kalo gue ngga mau punya hubungan keterikatan dengan siapapun. Gue cuman dongkol  aja~ karena dia gatelnya luar biasaaa~ minta banget digarukin.

pengen banget gue jelasin di sini, tapi ngga mungkin -_- ya intinya dia gatel setengah mati !!

Ibaratnya ada cewek muslimat, taat beragama, ngga pernah bohong, rajin mengaji, solat, puasa, zakat, tapi kelakuannya jalang banget. Nah itu~ bayangin aja kalo ada orang kaya gitu. Emang kenyataannya ada *tapi cuman gue yang ngerasain dan gue sendiri yang gedhek* Ya, what ever lah, pokonya gue ngga suka kalo dia goda-godain cowo lagi, apalagi deketin temen-temen gue, hellooooow~ siapa ya? mau sok-sokan gabung sama orang-orang kece, sampe kapanpun gue ngga akan pernah nganggep dia bagian dari temen gue walaupun nanti dia udah jadian ama cowo yang dia puja-puja  itu, cih ! Murah lo!


*tapi abis ini gue istighfar kok*


ya intinya gue lagi males, sama temen yang pernah akrab banget sama gue. Jalan pikiran gue emang ala-ala anak labil banget, tapi di mata gue, di bener-bener the real jalang, cewe murah yang mengemis-ngemis cintanya seseorang, cih! Makan noh si anu! Abisin, jangan di lepeh lagi!
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 00.10 0 komentar

Selasa, 01 April 2014

Bukan untuk Itu, tetapi untuk Ini :)

Gue udah berkecimpung di dunia marching band sejak SMA. Bukannya mau gimana-gimana, cuman mau share pengalaman, ya walaupun di SMA gue ngga mumpuni dalam bidang apapun haha. Iya, semua temen-temen gue tau kalo gue emang suka banget berada di lingkungan marching, itu mungkin kalimat yang pas buat gue. Gue bukan maniac marching *karena dari SMA kelas satu sampe kuliah semester 4 gue di marching mulu*. Kalo maniak itu pasti jago, lha gue, emang ngga punya keinginan buat jago juga sih wkwk. Ya kalo dipikir-pikir rada sia-sia juga gue ngelakuin itu tanpa menyandang kata "jago" tapi emang pada kenyataannya gue ngga pengen. Gue cuman suka di lingkungan marching aja haha.

Hmm~ kali ini gue mau cerita sesuatu. Tentang pemarchingan yang gue geluti ini. Setelah gue telaah, semua temen gue, dari mulai Uni, Paul, temen SMA kelas 1, kelas 2, kelas 3, sampe temen sejurusan, mereka mengajukan pertanyaan yang sama dan itu agak sulit untuk dijawab, karena pada hakikatnya, jawaban itu ngga akan memuaskan kecuali dirasakan sendiri. Itu menurut gue. Jadi pertanyaan mereka adalah:

"Sebenernya lu kalo ikut Marching Band dapet apa sih, Tik/Tun/Je?"
"Kalo lomba lu dapet duit berapa?

Itu dua pertanyaan yang W O W, super duper gue ngga bisa langsung jawab "A" atau "B" tapi harus melalui penjelasan yang cukup panjang. Mungkin bagi orang-orang yang kurang mengerti marching atau hanya melihat marching dari luaran aja, marching itu hal sia-sia. Panas-panasan, dimarahin pelatih, dituntut menghapal materi dengan cepat, latihan jor-joran sampe malem, latihan *yang keliatannya* tiap hari, ngga bisa bangun pagi, kuliah telat mulu atau bahkan ngga masuk, IP jelek, bahkan lama lulus *buat di Universitas* Gue ngga menyalahkan kegiatan itu, semuanya memang benar. Semuanya nyata. Tapi, ada sesuatu dibalik itu semua, yakin deh !

Iya, memang dalam perlombaan marching, jarang *bahkan ngga ada* kejuaran yang feed back atau hadiahnya bersifat materi, kaya uang, voucher belanja, atau hadiah satu set alat marching baru, nggak ada kayanya. Kejuaran marching emang hadiahnya cuman tropi dan gengsi. Tapi ada hadiah yang lebih dari sekadar materi. Ada banyak pengalaman dan pelajaran yang bener-bener bisa diambil. Memang pada hakikatnya, marching itu demikian. Ngga mengharapkan uang atau imbalan.

Apa aja yang lu dapet dari marching band? Banyak, kecuali uang mungkin. Lu bisa dapet yang namanya teman. Lebih dari teman. Sahabat, Lebih dari sahabat. Keluarga. Lu bisa dapet kekeluargaan yang erat. Kalo di sekolah kami bergaul antarkelas 1,2,3, kelas IPA, IPS, atau Agama. Kalo di Universitas lu bisa kenal lintas fakultas, teknik, MIPA, kedokteran, kehutanan, hampir semuanya ada. Di sini banyak tipe orang, ada yang pendiem, pemarah, mutungan, cuek, baik, egois, dan kelakuan aneh-aneh lainnya, di marching band, kami di latih juga gimana cara treating orang-orang itu. Harus paham dan peka terhadap kepribadian temennya. Karena dalam bermain lagu atau berdisplay, semua mood pemain harus sama, ngga boleh ada yang jomplang.

Hal itu juga yang menyebabkan kita butuh kekompakan. Kami tim, bukan indivual. Senior gue sering banget bilang begitu. Jadi, kami dituntut untuk kompak, punya satu visi, punya satu misi, punya satu tujuan, punya satu pemikiran. Ada juga keseragaman. Abis kompak, kami juga harus seragam, melakukan semuanya bareng-bareng, latihan bareng-bareng, istirahat bareng-bareng, makan bareng-bareng, tidur bareng-bareng, pokonya semuanya bareng-bareng biar ngga ada kesenjangan dalam hal apapun.

Di marching band, dapet juga yang namanya kedisplinan. Kami diajarkan disiplin secara ekstra keras, sebelum latihan ada apel, setelah latihan ada apel, apel ngga boleh telat, kalo telat dapet sanksi, punya tanggung jawab buat piket, kalo piketnya ngga disiplin, latihan satu unit keganggu, disiplin dalam mainin lagu kalo temponya ngga disiplin, ngga akan bagus lagunya, disiplin waktu display, kalo ngga patuh sama chartnya, bakal tabrakan ama temennya, dan semua yang ada di dalam marching harus dilakukan secara displin.

Hal pendukung dalam disiplin adalah cak-cek atau gesit. Marching itu memang semi militer, karena sejatinya, marching band itu dulunya bagian dari militer, bahkan MBUGM dulunya bagian dari MENWA *Resimen Mahasiswa* ya memang dituntut untuk cak-cek. Kalo ngga cak-cek, bubar sudah unitnya.

Ada satu hal yang menurut gue marching banget, pengorbanan. Iya, pengorbanan, susah jelasinnya. Jadi anak marching emang harus banyak berkorban dan mengorbankan apapun. Waktu belajar, waktu senggang, waktu main, waktu pulang kampung, uang, keringat, emosi, dan semuanya. Hal ini susah buat diutarakan.

Bukan cuman main musik dan hal yang di atas aja, kami juga berorganisasi. Ada banyak acara di intern MBUGM sendiri, ada Welcome Party, Ulang tahun, PAB, PAU, atau kepanitiaan yang lain.

Dan semua kegiatan itu pasti terbawa dikehidupan sehari-hari. Karena marching, kami bisa men-treat temen di kampus yang lagi bete atau yang lagi seneng, kalo ada rapat ngga telat, lebih bisa menghargai orang lain, mungkin juga lebih supel karena di marching kami ketemu banyak orang dan banyak kenalan, dan yang lebih joss lagi adalah me-manage waktu. Walaupun kami latihan sampai malem, kami juga punya kewajiban nomer satu, yaitu kulias dan belajar. Jadi, mau ngga mau kami harus me-manage waktu.


Jelas, itu yang bakal dipake di kehidupan bermasyarakat nanti. Hal itu lebih berharga dari sekadar uang yang seperak dua perak kan? Hal itu malah jadi pondasi kami untuk ke arah sana. Kami benar-benar diajari bekerja keras. Kami emang melakukan ini cuma-cuma, murni keinginan kami sendiri, berkat adanya berbagai motivasi. Pelatihku pernah bilang, permainan marching ngga akan berguna di dunia kerja, mana ada kantor yang nerima gara-gara kamu bisa main herta, paradiddle, roll ampe 20 bar, atau juggling stick, atau niup beroktaf-oktaf, atau nge-toss flag ampe 100 bar. Serius ngga kepake lah ilmu teknisnya. Ya, dipake itu ilmu non-teknisnya.


Pelatih gue juga pernah bilang, bergabung di dunia marching juga ibaratnya kasih sayangnya orang tua ke anaknya, pernah ngga sih ada orang bilang "Eh, lu ngapain mau punya anak, cape lagi, hamilnya 9 bulan, belum lagi ngelahirinnya mati-matian, terus ngegedeinnya, nyekolahinnya, iya kalo anaknya pinter dan baik, coba kalo badung dan berandal. Ngapain juga punya anak, ngga akan ngasilin profit apapun" ada sih yang pernah bilang kaya gitu? Ngga ada kan? kalopun ada, orang itu pasti bilang, ya pengen aja punya anak walaupun ngga ngasih profit berbentuk materi, tapi ada sesuatu yang bisa dipetik.

Begitu juga marching, latihan tiap hari, kalo siang kepanasan, kalo malem kedinginan, dimarahin pelatih, tapi  di balik hal ngeselin itu ada banyak yang bisa diambil.

Iya, itu menurut gue tentang marching band dan alesan gue kenapa betah berkecimpung di dunia marching. Bukan untuk materi tapi untuk kepuasan hati :)

#salam buat seluruh insan marching yang ada di Indonesia. Ngga usah berkecil hati atau marah kalo ada yang mencemooh atau sebagainya. Hal itu karena mereka yang mencemooh tidak pernah tau dengan tepat apa yang sebenarnya ada di dalam dunia marching :)


Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 21.12 1 komentar

Sabtu, 29 Maret 2014

Semoga bisa ditepis, Aamiin :)

Malam minggu di sekre MBUGM. Ngga ada kegiatan yang lebih berkualitas lagi selain ngenet di sini. Sehabis latihan terpadu atau LT, gue ngga kemana-mana selain kesini. Ngga ada kerjaan jugak. Ngga tau harus cerita apa dan darimana. Masa mau ceritain anak bassdrum lagi. Bosen ah, pengen cepet-cepet move on. Ehm, mungkin bakal cerita sedikit tentang anak bassdrum yang baru atau bahkan gue bakal cerita tentang squad battery baru, 2014.

Iya, sejak GPMB, kemudian pergantian rezim *halah* battery juga punya pucuk-pucuk dan calon-calon kecambah bermutu *atau bahkan tidak :p* Pelatihnya juga ganti lhoo, pelatihnya bukan lagi Mas Dyas, tapi Mas Samy hihihiw, si hitam kulit keriting rambut yang kemaren mendadak jadi artis *karbitan :p* Oke, mungkin gue bakal sedikit memaparkan squad battery yang sekarang.

Jadi, di Bassdrum *line yang paling gue banggakan* ada gue di bassdrum 1 *teteup* ada Ivan Leofarrell di bassdrum 2, ada Vita di bassdrum 3, dan ada Galih di bassdrum 5. Iya, kami masih berempat. Semoga mas pelatih segera menemukan ceceran tambatan jantung kami deh, gue mungkin ngga akan pernah punya feel lebih kaya di squad kemaren, karena yang sekarang bassdrumnya bolong :') Banyak pengharapanku di line yang sekarang, ya walaupun ngga lengkap, tapi gue punya sebiji dua biji mimpi lah. Gue pengen bassdrum yang sekarang lebih solid dari yang kemaren, walaupun pada akhirnya, kami benar-benar ngga punya bass 4 tapi itu bukan suatu alasan kami ngga bisa, Iya ndak ;)

Lalu di snare ada Natan, Dewi, Ikha, Irna, Lala, dan Ana. Iya, Natan, temen se line gue dulu dipindah ke snare, ya mungkin teknisnya di snare lebih mumpuni dibanding di bassdrum atau gimana lah. Nah, uiknya line ini di squad sekarang, anak-anaknya cewe semua kecuali Natan, haha hebat yaaa~ semoga hijabers ini bisa ngimbangin teknisnya senior yang lain ;)

Di tom ada Nisot, Rifqi, Wesley, dan Zumar. Nah, ini juga temen se line gue dulunya. tapi ya di pindah juga. Banyak kemungkinan kok, yang tau pasti alasannya ya cuman orang-orang atas, gue ngga mau sotoy :

Nah, di Cymballs ada Aris, Bang Farid, Weli, Febi, Mimi, dan Aji. Iya, ini Aji yang dulu main tom dan dipindah juga.

Banyak harapan gue di squad yang sekarang. Di squad yang sekarang juga gue mencoba legowo dan berlapang dada, mungkin di mata gue, sekarang ini banyak banget kekurangannya. Tapi, semoga aja di balik paradigma subjektif gue tersimpan banyak pelajaran :)

Ngga tau musti ngetik apa lagi. Mungkin ini dulu. Mungkin besok-besok gue lanjutin dan gue tambahin lagi.

Selamat malam minggu, wahai sekelompok orang yang masih tersembunyi kepribadiannya *atau jangan-jangan gue yang ngga peka dan ngga paham* semoga semua pikiran negatif gue bisa kalian tepis. Aamiin :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 19.46 0 komentar

Kamis, 20 Maret 2014

Belum Sanggup Move On

Entah kenapa, aku benar-benar merasa kehilangan kalian. Banget, banget, banget. dari 100%, aku merasa 75% kegiatanku adalah kalian. Mungkin ini kedengerannya lebay. Banget, banget. mungkin kalian nganggep aku sok mendramatisir. Nggak. Ini beneran. Aku sudah terbiasa membagi detak jantung, membagi nafas, membagi langkah, membagi keringat dengan kalian. Membagi hujan, membagi terik, membagi emosi, membagi beat dengan kalian. Berat banget rasanya menerima kenyataan seperti ini. Padahal kalian ngga kemana-mana, kalian ada, masih disekitarku. Bedanya, kalian udah ngga melakukan aktivitas yang sama dengan yang kemarin, sedangkan aku masih. Aku kira regenerasi itu mudah dan seru. Tapi nyatanya, regenerasi itu susah dan pilu. Demi Tuhan, baru sekali ini aku nangis-nangis karena kehilangan kalian.  Mungkin hanya aku yang merasa kehilangan seperti ini. Kalian nggak. Aku yakin kalian cowo-cowo macho, ngga mungkin nangis cengeng malem-malem, ngegalau sambil ngetik dan blogging. Ngga mungkin, cuman aku yang ngelakuin ini. Aku nggatau apa sebabnya. Apa aku sangking ngga ada kerjaannya sampe nangisin kalian. Fuck banget ngga sih, aku bener-bener kehilangan kalian. Ngga ada lagi Natan yang ngeselin, ngga ada lagi Irfan yang ngurusin kampungnya, ngga ada lagi Upik yang diving sakit, ngga ada lagi Zumar yang diem di ujung sana. Aku harus melanjutkan sendirian. Natan dipercaya ke snare. Zumar ke Tom. Kalian hebat. Kalian memang mau kesana, kan? Upik ama Irfan sibuk dengan urusan masing-masing. Aku cuman bisa ngucapin selamat, usaha kalian berbuah amat manis J Aku masih stay di lini tempat kita berbagi beat dulu. Aku sendirian, tanpa goblok dan tololnya kalian. Iya, ini namanya regenerasi.

Semalam, 19 Maret 2014, sehabis ritual, hati aku benar-benar kalut. Ngga tau kenapa. Kaya ada yang ngganjel. Dulu, kalo aku ngalamin hal kaya gini, aku pasti lari ke Mas Dyas. Sekarang udah ngga lagi. Harus ke Mas Samy, tapi ternyata dia enak banget buat cerita. Mas Samy terbuka, aku sering ngocol ama dia. Kalo dulu Mas Dyas pendiem, tertutup, ngga asik mau bercanda juga, apalagi mau curhat. Tapi dulu aku harus ke dia, karena dia yang tau masalah teknis dan nonteknis anak battery. Sekarang sama Mas Samy. Iya, aku cerita ama Mas Samy. Aku bilang, aku harus cerita sesuatu, tapi aku ngga tau mulai darimana. Pada akhirnya aku menemukan titik temu kesedihan dan kegalauanku. Aku belum bisa move on dari squad bassdrum 2013. Aku masih belum menerima sepenuhnya kenyataan ini. Masih belum seutuhnya percaya sama mereka. si A yang kayanya bakal sibuk. Si B yang punya jadwal segudang, si D yang bakal sibuk juga. Mana belum ada yang berperan jadi C. Sedih. Harus ompong lagi. Mungkin ini baru awal. Baru start mungkin seiring berjalannya waktu mereka akan bisa kaya Natan Irfan Upik Zumar. Aamiin. Aku reflek menangis. Mungkin itu himpunan rasa sedihku. Himpunan dan wujud dari segala bentuk kehilangan ini. Air mata. Di batu-batu, niatnya aku cerita berdua sama Mas Samy, tapi anak-anak 31 yang lain pada ngerubungin :’) aku cerita, aku belum sepenuhnya percaya. Tapi, Mas Samy menguatkan. Ya, aku yakin aku pasti bisa survive mau gimana anak-anak sekarang di besok, mau ngga mau aku harus survive. Aku pasti kuat, aku pernah mengalami pressing  yang sangat presure dan alhamdulillah, nyatanya aku malah merasa kehilangan. Mungkin, di tahun depan aku juga akan mengalami hal ini lagi, nangisin kalian, teman-teman baru.

Aku mau lihat, atmosfer yang jelas berbeda ini akan seperti apa besok. Tanpa dia, tanpa mereka, tanpa orang-orang yang biasa kusapa. Ini sangat subjektif dan egois rasanya. Tapi ini memang sedang melanda aku.

Pagi ini, 20 Maret 2014, aku masih di depan layar dan bilah huruf. Mencoba mengobati dengan menuangkan segala rasa kosong, hampa, dan sakit ini sambil ditetesi air mata. Rasanya, jika aku bertemu dengan kalian lagi aku pengen peluk kalian satu persatu. Jika aku punya kesempatan untuk berbagi beat lagi mungkin aku akan bersyukur J

Aku terlalu bangga sama kalian. Tapi kebanggaan ini cuman cukup sampai ke kebanggaan. Ngga ada aksi lanjut. Kalian sudah ngga lagi berjuang sama aku.  GPMB beres. Sedih, jelas. Tapi ngga bisa nangis. Cuman nyesek yang berkepanjangan. Akhirnya ada JAM. Kita main lagi. Main lagi. Dan setelah main, setelah pengumuman, aku mulai berfikir perjuangan dan kebersamaan kita cuman sampai di sini. Sedih banget. tapi itu, aku cuman nyesek dan ngga bisa menerka perasaan nyesek karena apa sebenernya. Sampai akhirnya, semalam, saat ritual, aku menemukan konsep kegundahan dan kesedihanku. Aku tak kan bisa move on dari kalian dengan mudahnya. Tidak akan pernah. Ini mungkin yang namanya chemistry. Walau dari awal aku sama Natan berantem dan gelut mulu, Upik Irfan ngilang mulu, kadang Natan ama Zumar berspekulasi sendiri tentang chart display. Upik Irfan yang di bully abis-abisan gara-gara ngga pernah dateng. Irfan yang lebih di bully karena lama ngapalin partitur dan chart, tapi dari situlah, semua aktivitas dan keseharianku dimulai. Dari goblok dan tololnya kalian, hal itulah yang sebenernya terasa hilang. Ah, mesti banget ya gue bahas ini lagi. Mungkin sekarang yang harus aku lakukan adalah bangkit, berusaha, dan berdoa. Kalian, doakan aku juga yaa~ Aku akan selalu ingat kata Mas Dyas dan Mas Samy, ini namanya regenerasi, tiap squad, tiap tahun akan merasakan yang fucking kaya gini. Setiap tahun pasti bakal seru. Bakal seru tapi keseruannya berbeda. Aku akan olah dan telaah kata-kata itu berulang-ulang sampai aku sadar dan ngga melakukan hal goblok ini lagi. Aku bakal terus berusaha.

Buat manusia-manusia bodoh yang aku tangisi malam ini. Makasi yah, udah bikin aku nangis dan bikin aku merasa kehilangan kaya gini. Kalian ngga ada duanya, satu aja tololnya ngga ketulungan apa lagi kalo pada ada dua haha *apalagi Irfan ama Upik –hehe pis, boy ._.v-* Kalian benar-benar ngasih aku banyak pelajaran. Banyak banget. Semoga sukses ya dengan urusan kalian masing-masing. Kapan-kapan main bassdrum lagi ya~ ingat kan, kita adalah squad baassdrum lengkap satu rotasi dari latsar sampai GPMB! Kita hebat! Kalian hebat! Aku bangga sama kalian. Bangga banget!


Sedikit kenang-kenang tentang kalian





“Seberapa hebatkah untukku banggakan
cukup tangguhkan dirimu untuk slalu ku andalkan
mampukan kau bertahan dengan hidupku yang malang
sanggupkah kau menyakinkan disaat aku bimbang
Celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu
hanya kaulah yang benar-benar memahamiku
Kau pergi dan hilang kemanapun kau suka
Celakanya hanya kaulah yang pantas  untukku banggakan
Hanya kau yang sanggup aku andalkan
diantara perih aku slalu menunggumu
Mungkin kini kau tlah menghilang tanpa jejak
mengubur semua indah kenangan
tapi aku slalu menunggumu di sini
bila saja kau berubah pikiran” –SO7/ Seberapa Pantas- 
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 17.28 0 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod