skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Fraintika Anggraeni
Fraintika Anggraeni kerap disapa Weje, Atun, atau Tuk-tuk. Punya persepsi sendiri tentang segala hal, tapi selalu terbuka terhadap persepsi orang lain. Tiap tahun ada masanya. Tiap masa ada tahunnya. Belajar legowo dan terima kenyataan :)
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Semua Komentar
    Atom
Semua Komentar

Kalendar

research paper essay Free Calendar

Clock clock

Archivo del blog

  • ▼ 2017 (7)
    • ▼ September (1)
      • YOU JUST ONLY HAVE ONE LIFE, JUST LOVE WHAT YOU DO...
    • ► Agustus (1)
    • ► Januari (5)
  • ► 2016 (13)
    • ► Desember (4)
    • ► April (1)
    • ► Maret (3)
    • ► Februari (2)
    • ► Januari (3)
  • ► 2015 (14)
    • ► September (2)
    • ► Juni (2)
    • ► Mei (2)
    • ► April (2)
    • ► Maret (2)
    • ► Februari (4)
  • ► 2014 (49)
    • ► November (2)
    • ► Oktober (2)
    • ► Agustus (3)
    • ► Juni (11)
    • ► Mei (4)
    • ► April (11)
    • ► Maret (6)
    • ► Februari (4)
    • ► Januari (6)
  • ► 2013 (40)
    • ► November (5)
    • ► Oktober (3)
    • ► September (3)
    • ► Juli (3)
    • ► Februari (23)
    • ► Januari (3)
  • ► 2012 (30)
    • ► Desember (1)
    • ► November (11)
    • ► Oktober (6)
    • ► September (12)
  • ► 2010 (2)
    • ► November (1)
    • ► September (1)

Label

  • Cerpen (2)
  • Curhats (30)
  • Informatif (2)
  • Me and My Friends (7)
  • Owl City Lyrics (5)
  • Puisi (11)

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Info

Rumah Dijual di Bintaro

Pengunjung

Lencana Facebook

Fraintika Anggraeni

Buat Lencana Anda

F R A I ' S

Ketika perkataan bisa berubah di lidah, namun dalam aksara, kata akan tetap sama :)

Kamis, 28 Februari 2013

Sedih itu

Sedih itu saat posisi kita berada di suatu kondisi yang dilematis, tapi sifatnya privat. Nggatau harus story telling ke siapa. Alih-alih pengen curhat, kalau salah orang, bisa riskan. Kemudian pikiran dan hati sepakat buat menikmati kedilematisan ini sendiri, kemudian nangis sendiri. Walau menangis bukan suatu bentuk penyelesaian masalah, tapi setidaknya menangis bisa membantu melegakan perasaan walau sebentar

Sedih itu waktu kita ada di posisi yang benar-benar butuh seseorang, tapi kita bingung, siapa yang kita butuhkan. Bukan sekadar sedih tapi ditambah kesepiaan yang begitu menusuk. Niatnya mau mencari tempat buat buang penat, kalau orangnya ngga peka, nambah nyesek aja di dada.

Sekarang entah harus bersikap apa. Diam. Acuh. Peduli kemudian menyelesaikan atau apa ?

Besok Jumat, dengan segudang masalah baru, dengan setumpuk benang kusut yang semakin kusut dan sebongkah misteri yang sulit dipecahkan.

Wahai masalah, tidak bisakah kau datang sendiri-sendiri supaya aku bisa mengatasi kalian. Kalau seperti ini, aku tidak kuat, aku sendirian sedangkan kau bergerombol. Wahai masalah, aku tidak mau menyerah begitu saja. Bagaimana kalau kita berdamai ? Bagaimana kalau kau datang dengan baik dan dengan permisi, pastilah kau akan kupersilahkan masuk, tapi jangan lama-lama dan jangan sampai mengacak-acak perasaanku.
Wahai masalah, apakah kau sepakat ?
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 16.18 0 komentar

Minggu, 24 Februari 2013

Karena aku yang sekrang karena kalian :)

Ehm, sudah lama syekali yah kayanya aku ngga blogging haha. Oke mungkin karena terlalu capek latian dan lagi ngga punya insirasi buat menulis, sehingga aku kemaren vakum. Belum lagi masalah pelantikan yang *silent please* seperti itu laaah.

Oke disini aku cuman mau mengungkapkan penyesalanku. Bukan berarti aku bikin salah loh, aku cuman berpendapat demikian, dan aku menyayangkan sikap pihak-pihak yang terlibat *halah bahasa kuuu*

Dimulai dari suatu kejadian dimana aku harus terlibat pertengkaran kecil dengan teman-temanku via Twitter, itu memang ngga dewasa banget dan, ouch, memalukan, aku janji bakal ngehapus postingan itu di Blog ku ini. Aku menyesal karena sampai sekarang aku masih bungkam dengan mereka, ngga ada lagi canda-candaan atau sekadar sms yang nanyain tentang kata baku. Padahal pihak yang bersangkutan sudah minta maaf, cuman yah namanya juga gengsi, jadi aku masih malas berhubungan dengan mereka. Sebenarnya, tanpa mereka, hidupku pun berjalan normal, ngga ada yang perlu dikhawatirkan kalaupun seandainya aku benar-benar bermusuhan selamanya.

Mereka cuman sekadar teman yang aku anggap keluarga pada satu instansi. Bukan instansi resmi, hanya ekstrakulikuler di SMA ku dulu. Dulu memang kita mati-matian buat survive disana, tapi sejak kami lulus, kayanya tingkat respek dari alumni menurun. Entah apa faktornya. Kalaupun aku punya peran penting disana, aku pasti respek banget, walaupun aku bukan siapa-siapa lagi disana, tapi aku masih respek. Mengingat target-target mereka yang kandas, aku semakin miris. Apa penyebabnya ? Aku masih ingat dulu waktu mengejar sebuah target sehingga aku harus rela hidup di sanggar, pulang kerumah hanya untuk mandi dan tidur, dari pagi sampai malam ada di sanggar, tapi semuanya memang berimbas baik dan menghasilkan suatu keemasan. Tapi sekarang ?

Seolah-olah, semangat mereka patah begitu saja. Malah ada oknum-oknum *alumni* yang dengan pedenya mereka mengatakan sudah tidak ingin peduli lagi *dia tidak sengaja berbicara seperti itu, tapi aku mengartikannya demikian* aku miris mendengarnya. Ya Tuhan, apa dia tidak berkaca bahwa yang membuatnya seperti sekarang ini adalah ITU. Aku miriiis sekali. Aku kira dengan terpecahnya kita dan melanjutkan ke keluarga0keluarga lain akan berdanpak baik untuk masa depan kelurga awalku, tapi sepertinya tidak.

Aku juga punya keluarga baru. Tapi aku tidak akan rela kalau aku harus melupakan keluarga lamaku. Karena, berkat merekala aku menjadi seperti yang sekarang ini. Aku benar-benar peduli, walaupun sedikit, aku ingin menjadi seorang motivator untuk mereka-mereka yang patah semangatnya, layu jiwa perangnya dan hancur harapannya. Kalian akan mendapatkan yang kalian inginkan kalau kalian berusaha. Karena GLORIA itu tidak bersifat instan teman. Ukiran itu bukan print out ! tapi si pengukir harus berusah payah memahat kayu yang keras.

Aku akan mengutamakanmu sebenarnya. Kalau aku ada waktu aku akan membantu untuk paket BMBC mu kelak, walau hanya menjadi Crew, tapi aku ingin menjadi saksi perjuangan kalian.

SEMANGAT MBGSM :")
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 21.23 0 komentar

Rabu, 13 Februari 2013

SPEECHLESS

Anjir, hari ini yaaaa~ meski Nisot ngga dateng karena adeknya lagi sakit, tapi gue bisa survive tanpa dia *eh haha

Gue seneng hari ini KARENA TADI DIA ADA !!!  Demi apa ? DIA ADAAA, aaaah, terharu banget gueee, nyampe gue bener-bener deg-degan selama latreg, ya ampuuun entah gue ga ngerti ama perasaan gue, kenapa kayak giniii -_-

Statement gue suatu ketika "Rasa suka itu kaya rasa sakit, semakin dirasa semakin kerasa, jadi kalo ngga mau kerasa ya jangan dirasa-rasa"

Terus aku kudu piyeeee ? Gue pengen suka, tapi paling cuman gue doang yang tau, mentok di hati gue, galau-galau sendiri, tapi kalo ngga, gue nggatau deh, pasti gue kepikira dia terus. Tadi aja pas latsar gue ngeliatinnya anak-anak yang telat mulu nyampe gue ngga fokus. Sampe latsar beres dia ngga ada. FIX dia ngga dateng.

Sampe akhirnya gue (harusnya) bisa melupakan akan dia, tapi pas mau apel latreg, DIA ADA !! Oh Tuhaaaan, terima kasih udah mendatang dia di malam tadi, sumpe langsung speechless dan deg-degan, deg-degannya juga sampe sekarang masih kerasaaa~ Jujur aja tadi pas apel gue pengen deketan ama dia, biar leluasa ngeliatin hahaha, dan akhirnya BISA, walau sedikit.

Oke, wahai lu yang tadi pake baju kuning, gue gatau darimana awalnya gue bisa tertarik ama lu ? Mungkin saat kemaren gue ngga sengaja ngomong ama elu deh kayanya, tapi kok keterusan yah ? Padahal awal gue kenal ama lu, gue biasa aja, bahkan wakttu kita kenalan langsung dan berjabat tangan juga gue biasa ajaa~ aaaah kenapa ini ? Kenapa bisa terjadi ? Kenapa woy ?

Bisa ngga yah gue deket ama lu ? Sekedar deket aja kok, berteman baik dan ketawa-ketawaan, bisa ngga yah ?

Sekarang gue mesti gimana ?  Gue mesti cerita kesiapa ? Apa nggausah cerita kesiapa-siapa seperti biasa ? Gue belum nemu orang yang bisa gue percaya buat gue curhat niiih, aduuh bisa tolongin gue gaaaa ?

Oke, hari ini latreg terakhir di masa gue jadi Calang dan besok Latsar terakhir gue sebagai Calang juga. Semoga, setelah pelantikan lu ngga kabur kemana-mana yah, biar gue bisa semangat terus latiannya :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 22.37 0 komentar

Selasa, 12 Februari 2013

Hujaaaan

Hari ini hujan, telat latihan dan mendapati dia tidak datang.
Masalah masih segitu-segitunya, sebodo amat lah, hidup mereka ngga akan ada pengaruhnya terhadap apa yang bakal terjadi di hidup gue.
Pelantikan makin dekat dan jantung makin kencang berdisko.
Oke, hari ini perasaan gue masih kaya benang kusut atau kabel pabaliut.
FIX, anjing menggonggong kafilah berlalu, kuping ama hati gue mulai kebal ama semuanya.
Terimakasih Tuhan, Engkau memang Maha Guru :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 22.05 0 komentar

Senin, 11 Februari 2013

SUATU SORE DENGAN SENYUM YANG INDAH


                               

Jogja sore yang sejuk. Aku masih di sekitar pelataran kampus sekarang. Menikmati indahnya Kota Pelajar ini dari sudut kampusku tercinta. Aku bukannya tidak sengaja datang kesini, tapi aku baru saja  berlatih di sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa dan kebetulan jam latihan sudah selesai sejak pukul 16.45 tadi. Masih ada waktu untuk bernafas sejenak, pikirku.
Sambil duduk-duduk santai di sepanjang trotoar jalan utama di kampusku, di sini memang tempat yang cocok untuk jogging sore, main sepeda keliling kampus, main futsal atau hanya sekedar jalan-jalan dan bercengkrama bersama teman-teman. Aku memasang headset di kedua telingaku dan memutar lagu Rocket Rocker – Ingin Hilang Ingatan. Oh Tuhan, aku kembali merindukan dia. Sosok yang pernah bersamaku selama empat tahun dan dia sangat mewarnai hariku selama empat tahun itu. Merah, kuning, hijau, kelabu sampai hitam, sampai-sampai dia mulai kehabisan tinta untuk mewarnai hidupku lagi. Katanya dia menyerah dengan semua tingkahku.
Ah, lupakan dia Diana, batinku. Lagu ini memang lagu andalanku saat aku ingin menumpahkan segala laraku lewat air mata. Dia sudah menghilang di telan wanita lain dan dia bahagia. Oke, aku juga harus bangkit. Kata-kata penyemangatku.
Kurang lebih 10 menit aku duduk dan menghirup udara yang benar-benar menyegarkan paru-paruku. Kemudian playlistku memutar lagu The Bird and The Worm milik Owl City, aku sedikit berlirih mengikuti lagunya, walau tak hafal, tapi aku suka.
“If I'm your (YOU’RE MY)  boy, let's take a short cut we remember
And we'll enjoy, picking apples in late September
Like we've done for years
Then we'll take a long walk through the corn field
And I'll kiss you between the ears
”
                Aku jadi teringat pada Riko, teman satu UKM ku tadi, dia manis aku suka cara dia tersenyum. Aku juga suka cara dia memanggil namaku. Lagu memang suka mempermainkan emosi seseorang. Dia seolah punya kekuatan tersendiri yang membuat seseorang yang mendengarnya terpaksa harus mengingat dan memutar memori pahitnya, tak jarang memori manispun terputar J
                Waktu menunjukkan pukul 17.20, aku masih ingin di sini dan menikmati sore ini dengan indah, walau sendirian, tak apalah, toh aku benar-benar menikmatinya. Akan tetapi, di tengah kesepian ini aku mendengar seseorang yang memanggil namaku
“Diana ?”
 iya kedengarannya ada yang memanggil namaku. Aku praktis melepas headset ku dan mencari sumber suara.
“Riko ?”
Ternyata itu Riko, Ya Tuhan, pucuk dicinta ulampum tiba, dia menghampiriku.
“Hei, ngapain kamu jam segini disini ?” Katanya, dia setengah ngos-ngosan.
“Lah, kamu sendiri ngapain jam segini belum pulang?” balasku
“Aku tadi ngerapihin alat, dasar anak-anak brass[1] pada berantakan naruh alatnya”  dia mulai mengatur nafas lagi dan aku tak  berhenti memandanginya
“lah kamu ngapain disini ?” tambahnya
“Aku ? Eh, cuman iseng aja kok hehe, lagi males balik nih, jadi pengen nikmatin sore disini, lagian mumpung pulang cepet hehe” jelasku sambil cengengesan
“Oh, terus kenapa sendirian ? Kenapa ngga ngajak temen sesama Colour Guard[2] ?”
“Pengen aja sendiri. Lagian tadi ngga sengaja lewat sini, terus aku mutusin buat stay disini dulu”
“Haha, lain kali jangan sendirian, kamu bisa kok ajak aku” katanya santai
Ya Tuhan, apa yang barusan dikatakan Riko ? Ya ampun, dia benar-benar membuat aku melambung
“Tapi kalo ajak aku harus ada snacknya hehe” candanya. Aduh, dia ini serius apa tidak sih ?
“Yeee, males amat” tukasku kesal
“Hahaha, sumpah jelek banget kamu manyunnya haha” tawanya sambil menunjuk kearahku yang memang sedang manyun gara-gara candaanya.
“Bercanda kali, Diana” dia tersenyum. Lagi-lagi aku menyebuut namamu, Tuhan, sungguh dia manis sekali saat tersenyum. Lesung pipit yang menghiasi wajahnya terasa sempurna. Kulitnya yang agak hitam, alisnya yang tebal, giginya yang rapi ah sempurna sekali dia.
                Dia juga ternyata humoris, mudah mencairkan suasana sehingga kegugupanku tidak terlalu tersirat. Dia mulai bercerita kejadian-kejadian konyol selama latihan tadi, kemudian dia tertawa lepas. Aku hanya tersenyum melihat tingkahnya, tanpa dia sadari aku benar-benar memperhatikannya. Dalam-dalam, benar-benar mempelajari setiap lekukan wajahnya sehingga  wajah itu menciptakan sebuah ekspresi tawa yang begitu indah. Ah, Riko, ternyata aku benar-benar menyukaimu, kataku dalam hati.
                Tanpa aku sadari juga, Riko mulai menyadari bahwa aku kedapatan tersenyum tanpa mengedipkan mata ke arahnya lalu dia menegurku
“Hey, kok senyum-senyum doang sih ?” katanya sambil salah tingkah
“Eh, hehe aku kan merhatiin kamu, kamu ceritanya semangat banget” jawabku seadanya
“Hmm, masak sih ?” Dia mulai menggoda
“Ih, beneraan” Aku menjadi sangat salah tingkah dan tersenyum malu. Kemudian kami tertawa lepas.
                Hening kemudian, langit Jogja menguning, taman ini pun sepi perlahan, aku masih ingin disini, dalam situasi ini bersamamu, Riko. Ya Tuhan, jangan cepat kau akhiri sore yang indah ini atau Kau boleh mengakhirinya tapi Kau harus menggantinya dengan hari yang lain. Aku benar-benar mencoba bernegosiasi pada Tuhan, tapi tidak mungkin rasanya
 Di tengah keheningan, kami dikagetkan dengan suara ponsel Riko. Riko cepat-cepat merogoh sakunya dan segera menjawab panggilan itu
“sebentar ya” katanya, kemudian dia sedikit memalingkan badannya sepertinya ingin menghindari kemungkinan aku mendengar percakapannya dengan si lawan bicara, tapi aku sedikit menangkap pembicaraannya.
“Halo ?”
“....”
“Iya, sayang aku masih di kampus”
Apa ? Sayang ? Ya ampun, Riko sudah punya pacar ! Ya Tuhan, Kau benar-benar memutarnya begitu cepat. Ingin rasanya aku menangis, tapi tak  mungkin. Riko masih berbicara dengan kekasihnya.
“Baru beres latihan ini sama temen-temen, kamu dimana ?”
“...”
“Aku jemput ya, jangan kemana-mana sebelum aku dateng”
“....”
“Bye” Klik, dia mengakhiri telepon. Sepertinya dia akan segera mengakhiri sore yang maha indah ini. Dia akan menemui pujaan hatinya dan aku tidak boleh terlihat kecewa.
“Di, aku duluan yah, ada yang minta dijemput nih hehe” katanya. Benar saja dugaanku
“Hm, cewenya yaaa” aku sedikit menggoda, tapi dalam hati aku tidak terima
“Hehe” senyumnya yang indah itu terpajang lagi, membuatku jadi lebih sakit
“Kamu cepet pulang gih, ntar kamu diculik ama penunggu taman ini lagi hehe” dia melanjutkan dengan candanya yang membuatku hanya bisa tersenyum.
“Iya, udah sana pulang” Ah, aku bersumpah aku menyesal sekali berkata seperti tadi, harusnya aku bekata “jangan pergi dong, aku masih pengen sama-sama kamu” tapi itu terlalu tidak mungkin.
                Dia beranjak, berdiri dan kemudian memberiku senyuman yang manis itu lalu berkata
“Bye, sampai besok ya, jangan males latihan” dan aku hanya meresponnya dengan anggukan. Dalam hati aku menjawab, aku tak akan malas datang kesini, selama kamu masih mau berderma semyummu hanya untukku. Aku akan menunggumu besok, lusa, minggu depan dan sampai kapanpun disini. Aku ingin bersamamu lagi disini.
Aku benar-benar menyaksikan dia pergi, melihat punggungnya yang kemudian hilang di tikungan jalan. Ah, hari ini indah, tapi begitu singkat untuk aku nikmati. Kini aku sendirian menyaksikan pergantian sore yang hangat menjadi malam yang dingin. Rasanya aku ingin menangis, tapi apa yang harus aku tangisi.
                Aku pun mulai bernjak dari taman itu, mulai berjalan gontai menuju tempat tinggalku yang tidak terlalu jauh dari sini. Aku masih mengingat dan mengenang hal ajaib tadi, bisakah terulang lagi dan tidak dalam jangka waktu yang lama, atau terulang sesering mungkin. Oh Tuhan, Kau memang Maha Indah, skenariomu begitu rapi sehingga drama ini tidak bisa bearkhir seperti yang aku inginkan. Ajari aku untuk kuat sekarang Tuhan, karena aku tau, Kau Maha Pintar untuk membuatku berhenti memikirkan Riko. Kemudian aku memasang headset lagi, memutar lagu The Way I Loved You – Selena Gomez

And it’s maybe wonderfull, it maybe magical, it maybe everything i’ve waited for a miracle, Oh but even when i falling love again with someone new, it could never be the way I LOVE YOU.

TAMAT




[1] Divisi pada Unit Marching Band. Alat tiup
[2] Divisi pada Unit Marching Band. Bendera
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 22.24 0 komentar
Label: Cerpen

Selamat Datang Semester Duaaa :)

Bismillah, mungkin satu kata yang bisa diucapkan buat menghadapi temen-temen baru di semester depan, dengan dosen-dosen yang baru pula mungkin hahaha.

Tadi pagi KRS an di perpustakaan Fakultas, tapi lama banget bisa diprintnya karena gue salah save *oh god dan gue baru sadar kalo gue salah save setelah gue bolak-balik fotokopian LIMA KALI* akhirnya, beres juga KRS gueee.

Gue memutuskan untuk ngambil matakuliah berikut ini

Teori Puisi
Teori Drama
Teori Prosa
Fonologi Bahasa Indonesia
Morfologi Bahasa Indonesia
Sejarah Sastra
Sejarah Sastra Melayu
Bahasa Melayu
Bahasa Belanda
Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan :)

Semester dua yang sepertinya lebih rumit dan lebih bikin melek haha. Walau di jadwalnya kita kuliah cuman nyampe hari Jumat, tapi Senin sampe Kamisnya berasa kuliah Rodi haha, full dari pagi nyampe siang, OH GOD, beri aku kekuatan :)

Oke, selamat datang Semester Dua, semoga kamu bisa bersahabat dan IP ku bisa lebih bagus dari Semester Satu :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 16.23 0 komentar
Label: Curhats

Minggu, 10 Februari 2013

Aku Menemukan Wajah Itu lagi, TADI

Awalnya aku kaget, kenapa cuman ada satu ? Apa dia termasuk anak yang timbul tenggelam ? Ngga mungkin, dia punya jabatan yang sama denganku. Jadi intensitas dia buat jadi makhluk timbul tenggelam sangat kecil.

Apel, tak ada tanda-tanda aku menemukan wajah yang kemarin. Ah mungkin benar aku hanya salah liat yang kemarin itu, batinku. Oke, sampai akhirnya latihan section. Aku benar-benar bisa menyimpulkan dia tidak datang. Jarak setiap section tidak berjauhan dan aku bisa memastikan DIA TIDAK ADA. Oke tak apalah, mungkin dia akan datang besok atau seterusnya.

Tapi, tidak jauh setelah itu, ada empat orang datang terlambat, tiga diantaranya aku mengenalinya. Mereka teman satu subsectionku, tapi yang satunya entah siapa dia, aku tidak bisa melihat terlalu jelas, tadi aku nggak makai kacamata. Tapi, tunggu sebentar. ITU DIA. Iya DIA, akhirnya aku menemukannya :')

Aku lega bisa menemukan dia, ternyata dia terlambat, tapi aku kehilangan dia lagi setelah itu. Jujur tadi aku mati-matian mencari-cari wajah itu, tapi tak ada. Tak apalah, yang penting aku bisa memastikan bahwa kemarin itu dia hari ini :)

Meski ini hanya sekilas, aku senang, hanya senang belaka. Terimakasih. Tidak ada maksud apapun :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 21.35 0 komentar
Label: Curhats
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod