skip to main | skip to sidebar

About me

Foto Saya
Fraintika Anggraeni
Fraintika Anggraeni kerap disapa Weje, Atun, atau Tuk-tuk. Punya persepsi sendiri tentang segala hal, tapi selalu terbuka terhadap persepsi orang lain. Tiap tahun ada masanya. Tiap masa ada tahunnya. Belajar legowo dan terima kenyataan :)
Lihat profil lengkapku

Subscribe To

Postingan
    Atom
Postingan
Semua Komentar
    Atom
Semua Komentar

Kalendar

research paper essay Free Calendar

Clock clock

Archivo del blog

  • ▼ 2017 (7)
    • ▼ September (1)
      • YOU JUST ONLY HAVE ONE LIFE, JUST LOVE WHAT YOU DO...
    • ► Agustus (1)
    • ► Januari (5)
  • ► 2016 (13)
    • ► Desember (4)
    • ► April (1)
    • ► Maret (3)
    • ► Februari (2)
    • ► Januari (3)
  • ► 2015 (14)
    • ► September (2)
    • ► Juni (2)
    • ► Mei (2)
    • ► April (2)
    • ► Maret (2)
    • ► Februari (4)
  • ► 2014 (49)
    • ► November (2)
    • ► Oktober (2)
    • ► Agustus (3)
    • ► Juni (11)
    • ► Mei (4)
    • ► April (11)
    • ► Maret (6)
    • ► Februari (4)
    • ► Januari (6)
  • ► 2013 (40)
    • ► November (5)
    • ► Oktober (3)
    • ► September (3)
    • ► Juli (3)
    • ► Februari (23)
    • ► Januari (3)
  • ► 2012 (30)
    • ► Desember (1)
    • ► November (11)
    • ► Oktober (6)
    • ► September (12)
  • ► 2010 (2)
    • ► November (1)
    • ► September (1)

Label

  • Cerpen (2)
  • Curhats (30)
  • Informatif (2)
  • Me and My Friends (7)
  • Owl City Lyrics (5)
  • Puisi (11)

Followers

Diberdayakan oleh Blogger.

Info

Rumah Dijual di Bintaro

Pengunjung

Lencana Facebook

Fraintika Anggraeni

Buat Lencana Anda

F R A I ' S

Ketika perkataan bisa berubah di lidah, namun dalam aksara, kata akan tetap sama :)

Rabu, 09 September 2015

Tentang Aku, Kamu, Kami, dan Semua Cerita yang Kita Sebut KKN.

Tanggal 29 Juni 2015. Hari yang membuat aku dan mungkin beberapa orang di antara 25 orang lain di kelompokku merasaberat untuk menghadapi kegiatan itu. Selama kurang lebih dua bulan kami mulai belajar mengenal satu sama lain sebelum akhirnya kami bergabung dan bersatu di dalam sebuah kegiatan di pulau orang. Hampir semua belum pernah kesana. Kami sama sekali buta.

Desa Sungkung, Kecamatan Siding, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.

Kami hanya mendengar bahwa di sana merupakan daerah perbatasan. Berbatasan langsung dengan Kuching, Malaysia. Tantangan, batinku, Memang aku sendiri yang mau ke sana dan membuat cerita ke sana. Memang pada mulanya aku ingin pergi KKN ke daerah perbatasan. Awalnya, aku memilih daerah di Sulawesi Utara, Sangihe, tapi, Tuhan memang memiliki rencana yang dahsyat. Aku tidak diterima di sana dan kemudian aku kembali mendaftar di kelompok lain. Iseng, ada desa bernama Lhi Buei. Aku mengirim CV, kemudian, ya, jadilah aku seperti ini. Mengenang semua perjalanan. Dari mulai briefing dan gathering bersama, main, jualan, kumpul, rapat, kopi merapi, sampai akhirnya kami tiba pada tanggal 29 Juni 2015.

29 Juni 2015, kami berangkat menuju Pontianak dari Bandara Adisutjipto, Yogyakarta. Kami berkumpul pukul 16.00 dan pesawat lepas landas pukul 18.00. Pukul 19.30 kami sampai di Bandara Supadio, kemudian kami langsung bertolak ke rumah dinas Wakil Walikota Pontianak menggunakan Bis DAMRI yang telah kami pesan sebelumnya. Setelah dijamu, kami diizinkan beristirahat di mess PSSI Pontianak sebelum akhirnya kami berangkat menuju Bengkayang.

Keesokan harinya, kami berangkat menuju Bengkayang menggunakan bis, kami menyebutnya bis kardus. Bis sejenis Kopata atau Metromini. Perjalanan menuju Bengkayang memakan waktu sekitar 7 Jam. Pukul 13.00 kami sampai di Kantor Dinas Pendidikan Bengkayang, kemudian kami melakukan audiensi dengan pemerintah setempat. Antusias pemerintah setempat sangat besar. Mereka senang kami bersedia ditempatkan di desa Sungkung. Bukan masalah untuk kami. Kami pun demikian. Kami senang bisa mempunyai kesempatan untuk mengunjungi dan menjalankan tugas di sana.
Foto Bersama setelah Audiensi

Setelah Tiba di Bandara Supadio, Pontianak

Perjalanan Udara, Menunggu Senja

Foto Bersma dengan Keluarga Wakil Walikota Pontianak.


Setelah itu audiensi, kami diizinkan beristirahat dua hari di kediaman seorang pejabat di sana. Masih di kawasan Bengkayang, di Kompleks Dinas. Suasana panas, minimnya air, dan puasa, membuat kami tidak melakukan aktivitas apa-apa. Kami hanya bercengkerama, nonton film, main uno, main gitar, dan tidur. Hanya itu saja yang kami lakukan. Hingga akhirnya, setelah dua hari, kami di jemput lagi oleh bis kardus dan bersiap memulai perjalan menuju desa Sungkung.

Tapi, perjalanan kami belum selesai sampai di situ, walaupun desa Sungkung berada di Kabupaten Bengkayang, namun, untuk menuju ke sana kami harus menuju ke Entikong terlebih dahulu sebelum akhirnya kami bisa ke Desa Sungkung.

Pukul 13.00, bisa kardus datang lagi menjemput. Perjalanan Bengkayang--Entikong ditempuh dalam waktu 7 Jam. Kami mulai berangkat sekitar pukul 15.00
 dan sampai di Entikong pukul 22.00. Di Entikong, kami menginap di Hotel. Hotel Bintang Kiki namanya. Kami bermalam di sana, sebelum akhirnya kami menuju ke Desa Sungkung.

Di tengah perjalanan menuju Bengkayang.

Sesaat sebelum memulai perjalanan menuju Entikong.
Di depan rumah Pak Eveng

Sebelum mengawali perjalanan menuju Desa Sungkung.
Di depan Hotel Bintang Kiki, Jalan Raya Malindo

Foto Bersama Bis Kardus sebelum Pergi ke Entikong

Ya, jika aku tuliskan di sini, tak akan cukup hanya sehari dua hari membacanya, dan sehalaman dua halaman menulisnya.

Itu merupakan sedikit cerita aku yang mewakili kami, Tim KKN PPM UGM Unit KTB-01. Desa Sungkung Kompleks, Kecamatan Siding Kabupaten Bengkayang.

Aku akan melanjutkan cerita-cerita itu, lain waktu :)

Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 12.33 0 komentar

Selasa, 01 September 2015

Salam untuk Sub-Unit Sungkung 1

Terima kasih untuk dua bulan ini, Kesayangan-kesayangaku, Jangan pernah berpikir kalau kita akan berubah. Pikirkanlah kita adalah kita yang dua bulan kemarin telah bersama. Terima kasih atas cinta, cita, dan cerita yang telah kaubuat. Terima kasih telah menasihati, menemani, mendengarkan, memperingatkan, dan memberi aku sedikit ruang di hatimu. terima kasih telah meletakkan namaku dalam daftar nama orang-orang terkasihmu.

Cerita yang dua bulan kemarin tidak akan pernah bisa digambarkan dan diutarakan. Aku menyayangi kalian semua. Sissies, Supir Helikopter, Balung Tuo. Tetaplah seperti ini sampai kita lupa bahwa kita direkatkan oleh sebuah situasi.

Aku ingin kita seperti ini. Tak ada sekat. Seperti langit dan laut yang benar-benar biru.

Rindukanlah aku seperti aku merindukanmu. Doakanlah aku seperti aku menguntai kata dan napas dan memohon agar kita semua menjadi sebuah kesatuan yang tak akan terpisahkan.

Aku menyayangi kalian, Sub-Unit Sungkung 1 :)
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 11.35 0 komentar

Senin, 22 Juni 2015

Halo.

Untuk seseorang yang kurindukan senyumnya.


Halo. Selamat menjalani hari yang semoga menjadi hari yang menyenangkan bagimu. Aku seseorang yang mengenalmu. Aku yakin kamu tidak mengenalku. Hanya sebatas mengetahui “oh, iya” tanpa mengetahui namaku, bahkan. Tidak semudah itu menangkap rasa dan menerima kenyataan bahwa… bahwa dunia ini begitu hebat. Hebatnya, bisa membuat seseorang tak saling mengenal tapi bisa mengalirkan sesuatu prasangka yang hahaha. Aku menerima sekali saat aku mengetahui ternyata kau adalaah kekasih dari temanku. Ya mau dibuat seperti apa. Aku tak bisa berkata apa–apa. Kau toh tak mengenalku. Aku hanya tak ingin jatuh terlalu dalam lagi. Cukup hanya di permukaan, di ujung jalan. Hahaha, aku bukan anak remaja labil yang belum terbiasa menghadapi hal yang demikian. Sudah beberapa kali. Yang sekarang aku tak akan mengumbar. Cukup aku dan orang di sekitarku yang tahu. Dan aku tak memungkiri bahwa… bahwa aku selalu merindukan senyummu. Ya itu saja. Terima kasih telah membuat aku terpesona. Kamu cukup memikat. Terima kasih
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 14.43 0 komentar

Rabu, 17 Juni 2015

CUZZZ

Sering aku ngerasa kalo lingkungan di sekitaran aku sekarang selalu memandang aku salah, lemah, dan negatif. Kalopun ada yang berpikiran positif, itu karena mereka sudah dekat sama aku banget atau merasa ngga enak hati sama aku. But, aku dominan merasa ditekan dan ditekan. Tapi aku selalu mikir lagi, toh lingkungan ini sarana belajar, semua yang terjadi di sini sama dengan semua yang terjadi di dalam kelas. ngga lebih dari satu atau dua semester ketemu. setelah itu, sudah lupakan. Lelah pasti lelah, kesel, cape, ngebatin, udah jadi makanan sehari-hari. Bahkan untuk meluapkan emosipun harus "bermain cantik, bullshit banget, gaes. Aku capek kalo harus kucing-kucingan dan ngga tau harus kemana tempat bercerita selain ke Tuhan.

Kadang kalo lagi kesel pengennya ngeblog, tapi ya gimana, baru mau nulis, pikiran negatif itu langsung aku paksa untuk menghilang. Sebenernya, aku merasa kurang di sana-sini. Aku sadar banget kok, aku juga sadar, walau aku sudah sadar akan kekuranganku, tapi aku ngga berusaha buat memperbaikinya. Aku selalu punya pikiran bahwa, ini sudah terlambat buat memperbaiki, padahal aku tau kalo ngga ada yang terlambat di dunia ini, atau, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.

Ya, aku tau semua kekuranganku. Aku juga tau semua orang melihatku dari kekuranganku aja. apa jangan-jangan hidup gue cuman kekurangannya aja ya hahahah.Sebeneranya gue melakukan semua ini tanpa beban, maksudnya aku ngga pernah melakukan hal ini pake pikiran dan ngoyo banget, tapi ternyata, banyak yang yang minta perhatian sama gue haha. Sampe kalo gue ngilang karena sesuatu yang lain mereka nyariin dan ngga terima, bahkan sampe nyela-nyela, Aku selalu memberi kalian 1000 pemakluman, gaes.Tapi masa kalian malah pada ngelunjak e. Hahaha. ngga ngarepin dimaklumin juga sih, cuman, coba mbok ya bersimbiosis mutualisme wkwkw.

Aku selalu sakit hati dan langsung mikir negatif saban ada yang ngecap gue jelek, such as "Anjir, lo ngapain ja e sampe kaya gini aja ngga selesai" misalnya. Ya emang gue juga selalu menunda-nunda sih. yaudah sih itu emang salah gue juga wkwk tapi ayolaaaah~ masa gue dikira ngga ngapa-ngapain, kalo ada yang nngecap kaya gitu ya mending gue beneran ngga ngapa-ngapain kan. Atau, "Eh, tolong kasih tau ini ini ini bla bla bla yha. kamu jangan kaya tukang nyeklis aja" wanjeeeer~ gue dikata tukang nyeklis. Berarti selama ini dia melihat gue cuman nyeklis aja dong. Padahal i do more than that. Tapi kalo ngga dilihat ya ngga apa-apa,

Mungkin aku dilahirkan dengan sifat ngga punya beban hidup. Maksudnya, aku percaya kalo hidup ini ngga perlu dipikirin. Toh, semuanya akan segera berlalu, Dan hidup itu semuanya serba sarana belajar. Jadi kalo lagi ada di suatu tempat, galilah ilmu sebanyak-banyaknya. Tapi ngga usah dipikirin, toh kalian cuman belajar wkwkwk.

Ya, itu aja sih sebenernya. aku lagi keki banget dengan orang-orang yang menekan dan mengekang kebebasan uwek. Aku merasa dikebiri, gaes. Hahaha. Bikin cerpen dibatesin 1500 kata aja merasa ngga lelausa, apalagi hidup yang dibates-batesin. Mungkin tujuannya buat menasehati, but, kalo gitu mah no respect banget.

Ah, sudah ah, aku yakin, postingan ini ngga akan lama di sini sebelum ada yang mengoreksi "Kamu ngga boleh gitu. Yuk dihapus" Hahaha. BHAAAAY :*
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 14.30 0 komentar

Rabu, 27 Mei 2015

HUJAN

Aku akan selalu membenci hujan ketika ia muncul sebagai sosok penghancur. Aku pun akan selalu memujanya ketika ia muncul saat menyejukkan. Ia tak akan selamanya berteman baik dan menghancurkan asa. Itu hanya bergantung pada suasana batin. Ah, hujan mengapa engkau datang kembali? Aku belum merindukanmu. Bisakah kau datang bila telah saatnya tiba? Aku masih ingin bermesraan dengan senja yang hangat, dengan angin dan kicau burung, dan sinar mataharti yang membasuh hati kemudian menenangkannya. Aku rindu bau sore. Aku sudah hapal bau dinginmu yang sudah sekian waktu menemani spagi siang sore malamku. Aku masih belum merindukanmu.
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 17.43 0 komentar

Jumat, 08 Mei 2015

FRAINTIKA ANGGRAENI. MENURUT PANDANGAN SASTRA INDONESIA UGM 2012

-Asik diajak seru-seruan dan ngobrol, luve yaaa!! (Kamu juga asik banget kok, Sist. Luve ya tooooo)
-Sibuk sama MB, tapi ttp asik (I’ll try to balance them, Sist)
-Aktivis MB, Cool ( (((Aktiviiiis))) Thank you)
-Atun! Pejuang MB! Keren! (I’ll do all my best for my beloved family, you too)
-Lebih bergaul dong ya (Iya, Ul *Kayanya Uul* gaulin aku dong, Sist wkwk)
-Perkasa Abis!! (Sudah lemah nih berbi. Sudah tak seperkasa dulu wkwk)
-Seru. Setia kawan (Ah, sista bisa aja wkwk)
-MB banget, suka lemot, bodynya bagus terutama kaki *envy (Iya nih, di mana-mana juga w mah emang lemodz abizzz, kudu di-upgrade biar ngga lemot lagi tapi susah, Sist wkwkw. Hahaha, but, thank you, Nov. Coba ikut MB deh, kakinya anak MB kaya w semua lho wkwk)
-Setia! Paling setia sama MB! Suskes tik! *setuju luv your legs* (Iya, nih, Nies. Setia banget. Sayangnya belum ada yang mau disetiain *eh* haha. Daftar MB langsung ya wkwk)
-Jangan MBan mulu tun. (Iya, Bang. Pengennya juga udahan tapi udah terlanjur cinteh matek nips haha)
-Dah wangi lo sekarang ^_^ Buru punya pacar, Sist (Iya nih, udah mulai menata diri jadi berbi wkwk. Doain semoga cepet dapet jodoh deh w wkwk)
-Jan menor-menor, sist (Emang w menor beudz ya. Maapin kecantikan berbi, Sist/Bang)
-Semangat kuliah kocak. (Iya, Bang. Semangat kok --,)
-Cowok berahim!! :D
 Ketek ! Hahaha (Masih aja, Fidz wkwk. Udah jadi cewek kok w wkwk)
-MB sampai mati (Aamiin)
-Sering kumpul dong (Iya, Maaak. Berusaha kok. Apa sih yang ngga buat kamuh :* wkwk)
-Atun power..laki.. fearless (Woooosssh kamu masih belum melihat kecantikanku, po? Wkwk. Always lakik ya kayanya w)
-Jangan malu menujukan ketekmu :p (Ketek w udah punya fanspage sendiri kok. Gue aja kalah tenar ama ketek w)
-Sabar ya tun (Selalu kok, Sist :”) dunia emang kejam, ya :”) )
-Jangan bosen ya tun buat gabung dengan kami (NEVER. I LOVE YOUUU. Jangan kucilkan daku ya wkwk)
-MB mulu Tun. Hehe. Mangat yak (Iya nips. Kecemplung di situ wkwk. Terima kasih. Semangat juga buat kamu J)
-MB sampai mati (Aamiin, Ler. Wkwk)
-MB mulu sis, btw magicom udh balik wkwk (Iye, nih, Hen. Pegimane lagi deh ya udah cinte wkwk)
-Jangan MB terus, udah tuak! Semangat ketek !! =P (Iye, Meh. Janji ini yang terakhir hehe. Semangat  juga soimewh :*)
-Sist, MB nya mau sampai kapan? (Sampai maut memisahkan, Sist. Kayanya dia jodohku, Sist :P)
-MB mulu tun :p sukses yak! Kocak abis! (Iya, MB nya nangis kalo aku tinggal wkwk. Aaminn. Sukses juga buat sistaaa~)
-Seru, baik, MB 4ever (Ah, masaaaa :p)
-Marching Band, deng deng dung jes! (Iya, gimana kata sistah aja wkwk)
-Makasih kadonya :D rame dan asik (Sama-sama Amel anak baik, pinter, solehah, rajin menabung. Kalo UAS aku nyontek boleh dong yaaa wkwk)
-Kita main di pantai lg yuk . . (AYOOOOOOK!!)
-Semangat MB tik. (Semangat menjalani hidup, SistJ)
-Semangat MB tik. (2) (Semangat menjalani hudup, SisJ) (2)
-Sabar ya, Tik, jadi korban bully (Sudah biasa, Sis :”))
-Semangat di MB ^_^ (Semangat di kehidupan nyata, Sis J)

Indrayanti, 1 Mei 2015


Love you, SASINDO 2012. Lulus Bareng, yaaaa~
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 16.59 0 komentar

Selasa, 28 April 2015

Perjanjian.

Selamat menatap senja. Di hari yang cukup membuat nyaman segala makhluk. Semoga nyaman ini selalu berkerabat dengan tiap insan.

Mungkin ini yang namanya kenikmatan. Yang akan dirindukan di satu atau dua tahun yang akan datang. Entah mengapa, beban yang teramat berat ini tak membuat aku menyerah. Mungkin ini  yang namanya konsekuensi. Perjanjian yang telah kubuat sendiri. Perjanjian yang telah kusetujui. Aku meminta, Tuhan memberi. Maka, jadilah seperti kini. Walaupun terseok, aku pantang mengeluh. Pantang menangis. Pantang menyerah. Entah apa yang membawaku ke arah ini. Dengan segala kegundahan hati yang aku pun tak tahu harus kutumpahkan pada siapa kekacauan ini. Sebenarnya aku merasa teramat sendiri. Aku merasa aku terjebak dalam situasi yang aku ciptakan sendiri.

Mungkin hidup akan lebih runyam dari pada ini. Mungkin Tuhan memberi pelajar ekstra kepadaku, Agar aku lebih siap menghadapi ganasnya kenyataan, Ah, Yang penting kini hatiku sedang tersayat teramat. Sudah muak dengan segala intervensi naif. Aku hanya ingin jadi aku yang balita tak pernah ingin mengecap jadi dewasa. Tapi Tuhan telah mempersiapkan aku untuk mengetahui peliknya hidup orang dewasa.

Kata demi kata akhirnya tertuang dalam wadah ini. Aku selalu berharap ada wadah yang bisa menjadi tempatku membuang air mata dan keluh kesah, Aku yakin aku sama sekali belum siap menghadapi peliknya hidup orang dewasa. Aku masih ingin jadi balita yang tak mengerti apa-apa. Yang bebas tertawa tanpa perlu ada yang terluka. Tapi ini semua adalah perjanjian. Ini adalah konsekuensi. Aku juga percaya ini akan jadi sesuatu yang dirindukan dalam satu atau dua tahun yang akan datang. Ini namanya hidup.
Diposting oleh Fraintika Anggraeni di 16.15 0 komentar
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
Langganan: Postingan (Atom)

Blog Design by Gisele Jaquenod