Ehm, sudah lama syekali yah kayanya aku ngga blogging haha. Oke mungkin karena terlalu capek latian dan lagi ngga punya insirasi buat menulis, sehingga aku kemaren vakum. Belum lagi masalah pelantikan yang *silent please* seperti itu laaah.
Oke disini aku cuman mau mengungkapkan penyesalanku. Bukan berarti aku bikin salah loh, aku cuman berpendapat demikian, dan aku menyayangkan sikap pihak-pihak yang terlibat *halah bahasa kuuu*
Dimulai dari suatu kejadian dimana aku harus terlibat pertengkaran kecil dengan teman-temanku via Twitter, itu memang ngga dewasa banget dan, ouch, memalukan, aku janji bakal ngehapus postingan itu di Blog ku ini. Aku menyesal karena sampai sekarang aku masih bungkam dengan mereka, ngga ada lagi canda-candaan atau sekadar sms yang nanyain tentang kata baku. Padahal pihak yang bersangkutan sudah minta maaf, cuman yah namanya juga gengsi, jadi aku masih malas berhubungan dengan mereka. Sebenarnya, tanpa mereka, hidupku pun berjalan normal, ngga ada yang perlu dikhawatirkan kalaupun seandainya aku benar-benar bermusuhan selamanya.
Mereka cuman sekadar teman yang aku anggap keluarga pada satu instansi. Bukan instansi resmi, hanya ekstrakulikuler di SMA ku dulu. Dulu memang kita mati-matian buat survive disana, tapi sejak kami lulus, kayanya tingkat respek dari alumni menurun. Entah apa faktornya. Kalaupun aku punya peran penting disana, aku pasti respek banget, walaupun aku bukan siapa-siapa lagi disana, tapi aku masih respek. Mengingat target-target mereka yang kandas, aku semakin miris. Apa penyebabnya ? Aku masih ingat dulu waktu mengejar sebuah target sehingga aku harus rela hidup di sanggar, pulang kerumah hanya untuk mandi dan tidur, dari pagi sampai malam ada di sanggar, tapi semuanya memang berimbas baik dan menghasilkan suatu keemasan. Tapi sekarang ?
Seolah-olah, semangat mereka patah begitu saja. Malah ada oknum-oknum *alumni* yang dengan pedenya mereka mengatakan sudah tidak ingin peduli lagi *dia tidak sengaja berbicara seperti itu, tapi aku mengartikannya demikian* aku miris mendengarnya. Ya Tuhan, apa dia tidak berkaca bahwa yang membuatnya seperti sekarang ini adalah ITU. Aku miriiis sekali. Aku kira dengan terpecahnya kita dan melanjutkan ke keluarga0keluarga lain akan berdanpak baik untuk masa depan kelurga awalku, tapi sepertinya tidak.
Aku juga punya keluarga baru. Tapi aku tidak akan rela kalau aku harus melupakan keluarga lamaku. Karena, berkat merekala aku menjadi seperti yang sekarang ini. Aku benar-benar peduli, walaupun sedikit, aku ingin menjadi seorang motivator untuk mereka-mereka yang patah semangatnya, layu jiwa perangnya dan hancur harapannya. Kalian akan mendapatkan yang kalian inginkan kalau kalian berusaha. Karena GLORIA itu tidak bersifat instan teman. Ukiran itu bukan print out ! tapi si pengukir harus berusah payah memahat kayu yang keras.
Aku akan mengutamakanmu sebenarnya. Kalau aku ada waktu aku akan membantu untuk paket BMBC mu kelak, walau hanya menjadi Crew, tapi aku ingin menjadi saksi perjuangan kalian.
SEMANGAT MBGSM :")
Oke disini aku cuman mau mengungkapkan penyesalanku. Bukan berarti aku bikin salah loh, aku cuman berpendapat demikian, dan aku menyayangkan sikap pihak-pihak yang terlibat *halah bahasa kuuu*
Dimulai dari suatu kejadian dimana aku harus terlibat pertengkaran kecil dengan teman-temanku via Twitter, itu memang ngga dewasa banget dan, ouch, memalukan, aku janji bakal ngehapus postingan itu di Blog ku ini. Aku menyesal karena sampai sekarang aku masih bungkam dengan mereka, ngga ada lagi canda-candaan atau sekadar sms yang nanyain tentang kata baku. Padahal pihak yang bersangkutan sudah minta maaf, cuman yah namanya juga gengsi, jadi aku masih malas berhubungan dengan mereka. Sebenarnya, tanpa mereka, hidupku pun berjalan normal, ngga ada yang perlu dikhawatirkan kalaupun seandainya aku benar-benar bermusuhan selamanya.
Mereka cuman sekadar teman yang aku anggap keluarga pada satu instansi. Bukan instansi resmi, hanya ekstrakulikuler di SMA ku dulu. Dulu memang kita mati-matian buat survive disana, tapi sejak kami lulus, kayanya tingkat respek dari alumni menurun. Entah apa faktornya. Kalaupun aku punya peran penting disana, aku pasti respek banget, walaupun aku bukan siapa-siapa lagi disana, tapi aku masih respek. Mengingat target-target mereka yang kandas, aku semakin miris. Apa penyebabnya ? Aku masih ingat dulu waktu mengejar sebuah target sehingga aku harus rela hidup di sanggar, pulang kerumah hanya untuk mandi dan tidur, dari pagi sampai malam ada di sanggar, tapi semuanya memang berimbas baik dan menghasilkan suatu keemasan. Tapi sekarang ?
Seolah-olah, semangat mereka patah begitu saja. Malah ada oknum-oknum *alumni* yang dengan pedenya mereka mengatakan sudah tidak ingin peduli lagi *dia tidak sengaja berbicara seperti itu, tapi aku mengartikannya demikian* aku miris mendengarnya. Ya Tuhan, apa dia tidak berkaca bahwa yang membuatnya seperti sekarang ini adalah ITU. Aku miriiis sekali. Aku kira dengan terpecahnya kita dan melanjutkan ke keluarga0keluarga lain akan berdanpak baik untuk masa depan kelurga awalku, tapi sepertinya tidak.
Aku juga punya keluarga baru. Tapi aku tidak akan rela kalau aku harus melupakan keluarga lamaku. Karena, berkat merekala aku menjadi seperti yang sekarang ini. Aku benar-benar peduli, walaupun sedikit, aku ingin menjadi seorang motivator untuk mereka-mereka yang patah semangatnya, layu jiwa perangnya dan hancur harapannya. Kalian akan mendapatkan yang kalian inginkan kalau kalian berusaha. Karena GLORIA itu tidak bersifat instan teman. Ukiran itu bukan print out ! tapi si pengukir harus berusah payah memahat kayu yang keras.
Aku akan mengutamakanmu sebenarnya. Kalau aku ada waktu aku akan membantu untuk paket BMBC mu kelak, walau hanya menjadi Crew, tapi aku ingin menjadi saksi perjuangan kalian.
SEMANGAT MBGSM :")
0 komentar:
Posting Komentar